RADARSOLO.COM– Wilayah Boyolali Kota paling terdampak puting beliung disertai hujan deras, Selasa (20/1/2026).
Hingga sore hari, tim gabungan lintas instansi yang terdiri dari Damkar, Satpol PP, BPBD, unsur TNI-Polri, DLH, hingga PMI masih berjibaku mengevakuasi pohon tumbang.
Kepala Satpol PP Boyolali Utatik menjelaskan, laporan dampak bencana diterima sekitar pukul 13.30.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD dan DLH Boyolali untuk pengerahan personel.
“Tadi saya pantau langsung, di samping kantor (jalan Boyolali-Jatinom) ada pohon tumbang. Kami langsung menyebar anggota satpol PP dan damkar ke titik-titik krusial sesuai laporan masuk,” jelas Utatik.
Meskipun wilayah perkotaan dihantam cuaca ekstrem, wilayah penyangga seperti Kecamatan Selo dilaporkan dalam kondisi aman dengan intensitas hujan yang landai.
Sejauh ini belum ada laporan korban akibat musibah tersebut.
Daftar Lokasi Pohon Tumbang
Kepala DLH Boyolali Suraji merinci beberapa titik prioritas evakuasi karena menghalangi jalur distribusi dan akses publik.
Beberapa lokasi terdampak parah antara lain:
- Jalan Perintis Kemerdekaan: Sebuah pohon menimpa truk trailer hingga memicu kemacetan panjang.
- Jalan Boyolali-Jatinom: Akses sempat terputus total.
- Kawasan Kebun Raya Indrokilo: Titik pohon tumbang terbanyak ditemukan di area dalam dan luar kebun raya.
- Jalur Kota lainnya: Kantor Diskominfo, Jalan Merdeka Timur, dan Jalan Pandanaran.
“Untuk kawasan Indrokilo belum dievakuasi karena petugas saat ini masih memprioritaskan pembersihan di area tengah kota dan jalur ekonomi agar lalu lintas kembali normal,” tambah Suraji.
Kemacetan dan Kerusakan Material
Baca Juga: UMS Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Kontribusi Keilmuan Dan Kapasitas Akademik
Pantauan radarsolo.jawapos.com, kemacetan terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Boyolali-Jatinom selama proses evakuasi pohon tumbang.
Selain itu, beberapa fasilitas publik dan papan reklame dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin yang terjadi mulai pukul 14.30.
Petugas mengimbau pengendara untuk menghindari jalur-jalur yang masih dalam proses evakuasi dan tetap waspada terhadap potensi dahan patah di sepanjang jalan protokol. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono