RADARSOLO.COM – Ancaman satwa liar mulai memasuki pemukiman warga di Kabupaten Boyolali. Dalam satu hari, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali mengevakuasi dua ekor ular kobra di lokasi berbeda.
Nahas, salah seorang pemuda dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena gigitan ular berbisa tersebut pada Kamis (12/2/2026).
Terpatuk Saat Cari "Suara Kucing"
Kejadian pertama menimpa Mirza (20), warga Dukuh Pilang, Desa Karangtitang, Kecamatan Nogosari.
Sekitar pukul 13.45 WIB, Mirza yang sedang berada di dalam kamar mendengar suara berdesis yang awalnya ia kira suara kucing.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono menjelaskan, bahwa saat korban mencoba mencari sumber suara, ternyata seekor anakan ular kobra telah berada di dalam kamarnya.
“Ular yang merasa terancam tersebut spontan mematuk kaki korban. Beruntung, korban segera melaporkan kejadian ke RT setempat dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan serum antibisa ular (SABU),” jelas Supriyono, Kamis (12/2/2026).
Setelah mendapat laporan, tim Damkar segera meluncur ke lokasi untuk melakukan orientasi medan dan mengevakuasi anakan kobra tersebut serta memastikan tidak ada indukan yang tertinggal.
Kobra 1,5 Meter Sembunyi di Gudang
Beberapa jam kemudian, tim Damkar kembali bergerak ke Perumahan Slanggen, Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono.
Pemilik rumah, Wahyudi, mendapati seekor ular kobra berukuran besar bersembunyi di balik pot bunga teras depannya.
Wahyudi sempat mencoba menaburkan garam—metode yang sebenarnya kurang efektif untuk reptil—yang justru membuat ular tersebut melarikan diri ke dalam gudang melalui celah pintu.
Baca Juga: Awas Link Winda Can Botol Parfum Jangan Asal Diklik, Waspada Bahaya Mengancam Data Pribadi Anda!
Karena khawatir, ia segera menghubungi pihak Damkar.
“Petugas harus mengeluarkan barang-barang di dalam gudang satu per satu. Ular kobra sepanjang kurang lebih 1,5 meter berhasil dievakuasi dengan aman tanpa ada korban luka di lokasi kedua,” tambah Supriyono.
Imbauan Damkar
Atas maraknya temuan ular di awal tahun ini, Supriyono mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menumpuk barang bekas di dalam maupun sekitar rumah.
“Jika menemui ular, jangan bertindak sendiri jika tidak memiliki keahlian. Segera hubungi kami. Hindari penggunaan garam karena tidak efektif, lebih baik gunakan pembersih lantai beraroma menyengat untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono