RADARSOLO.COM– Maraknya aksi perang sarung antarkelompok remaja selama bulan suci Ramadhan menjadi atensi serius jajaran Polres Boyolali.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan, fenomena ini bukan sekadar permainan, melainkan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa.
"Aksi ini menimbulkan kerugian nyata. Mulai dari luka ringan, luka berat, hingga potensi menyebabkan kematian. Praktik berbahaya ini harus kita hapuskan dari Boyolali," ujar Indra usai rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Ageng Boyolali, Senin (23/2/2026).
Modus Operandi Digital
Kapolres mengungkap fakta bahwa aksi perang sarung saat ini semakin terorganisasi melalui teknologi digital.
Para pelaku tidak lagi bertemu secara kebetulan, melainkan menggunakan platform media sosial untuk mencari lawan dan menentukan titik temu.
"Mereka menggunakan chat WhatsApp (WA), Instagram, dan platform lainnya. Media sosial menjadi sarana mereka berkumpul maupun memicu konflik untuk melakukan perang sarung secara bersama-sama," jelas Indra.
Dua Kali Penggagalan dalam Sepekan
Meski Ramadhan baru berjalan beberapa hari, Polres Boyolali tercatat sudah dua kali menggagalkan potensi perang sarung. Berikut rinciannya:
- Jumat (20/2) Dini Hari
Polisi mengamankan dua pelaku perang sarung antar daerah di sekitar SPBU Miliran, Mojosongo.
- Jumat (20/2) Malam
Petugas membubarkan kerumunan pemuda di sekitar Simpang Bangak, Banyudono.
"Alhamdulillah, sebelum bentrokan pecah, kami sudah bergerak. Kami amankan sarung-sarung mereka yang sudah dipersiapkan untuk menyerang lawan," jelas kapolres.
Baca Juga: Korupsi Dana Desa, Kades Purworejo Sragen Divonis 1 Tahun Penjara
Imbauan untuk Orang Tua
Menghadapi tantangan pengawasan di era digital, Indra mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah untuk lebih aktif mengawasi aktivitas ponsel anak-anak mereka.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membina generasi muda. Jangan biarkan momentum Ramadhan yang suci ini dicoreng oleh aksi membahayakan keselamatan. Manfaatkan waktu malam hari untuk kegiatan positif dan penguatan nilai agama," pungkas Kapolres. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono