Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kebanjiran Order Jelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Boyolali Terpaksa Tutup Pesanan Lebih Awal

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:53 WIB

UMKM kue di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali  kebanjiran pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
UMKM kue di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali kebanjiran pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

RADARSOLO.COM – Produsen kue kering di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, mulai kebanjiran pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tingginya minat pembeli untuk persiapan Lebaran menjadikan pelaku usaha kecil menengah (UKM) terpaksa menutup pesanan (close order) jauh sebelum bulan puasa tiba.

Pesanan Membeludak Sejak Januari

Pemilik usaha kue kering, Krisnawati, mengungkapkan bahwa pertanyaan dari pelanggan sebenarnya sudah mulai berdatangan sejak bulan Desember, dan pemesanan membeludak pada Januari.

Tingginya antusiasme tersebut membuatnya harus segera menutup buku pesanan pada Selasa (3/3/2026).

Dari berbagai jenis kue yang ditawarkan, permintaan yang paling mendominasi adalah varian nastar, palm cheese, serta banana cookies.

Inovasi Unik Nastar Klepon

Di antara ragam kue tersebut, nastar klepon menjadi produk andalan yang paling menyita perhatian konsumen.

Krisnawati menyulap jajanan tradisional klepon yang identik dengan tekstur kenyal menjadi kue kering renyah berwarna hijau yang tahan lama, dengan tetap mempertahankan isian selai nanas layaknya nastar pada umumnya.

Ia menceritakan bahwa ide inovatif yang kini menjadi primadona tersebut bermula saat dirinya mengikuti sebuah perlombaan membuat kue kering beberapa waktu lalu.

Batasi Produksi 2.000 Toples

Pada periode Ramadhan tahun ini, Krisnawati memutuskan untuk membatasi produksinya hanya 2.000 buah toples.

Baca Juga: Hadirkan Rasa Aman, Polres Wonogiri Gelar Patroli Malam Sasar Jalan Jenderal Sudirman: Incar Balap Liar

Jumlah ini sengaja diturunkan dari kapasitas tahun-tahun sebelumnya yang bisa menembus 3.000 hingga 4.000 toples agar tidak kewalahan.

Dengan dibantu lima orang pekerja, proses produksi yang digenjot selama tiga minggu sejak awal puasa ini mampu mencetak sekitar 100 hingga 125 toples kue kering per harinya.

Selain varian nastar klepon, produk lain yang juga laris manis adalah banana cake, yakni kue kering berbentuk pisang dengan hiasan lelehan cokelat.

Produk kue kering ini dibanderol dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per toples, sementara untuk paket hampers dijual mulai dari Rp100 ribu.

Jangkau Pasar Luar Daerah

Meskipun produksi dibatasi, pasar yang berhasil dijangkau sangat luas.

Krisnawati menyebutkan bahwa pesanan tidak hanya datang dari kawasan Soloraya.

Seperti Wonogiri, Karanganyar, dan Klaten, tetapi juga merambah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, Bogor, Bandung, hingga Jakarta.

Mengingat kuota 2.000 toples telah terpenuhi, banyak pelanggan setia yang kini terpaksa gigit jari dan masuk dalam daftar tunggu sisa produksi. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#lebaran #hari raya idul fitri #ngemplak #Pesanan Membeludak #tutup #produsen kue kering #gagaksipat #umkm #kebanjiran order #pelanggan