RADARSOLO.COM - Produsen kue kering berupa nastar klepon di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali sibuk memenuhi pesanan kue kering.
Pesanan tersebut untuk memenuhi permintaan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Owner usaha kue kering Krisnawati menjelaskan, permintaan membeludak jauh sebelum bulan Ramadan tiba.
Bahkan, saat ini pemesanan sudah close order.
“Mulai masuk orderan itu sejak Januari. Sebenarnya Desember sudah banyak yang tanya. Sekarang sudah tidak menerima pesanan lagi,” beber Krisnawati.
Krisnawati menambahkan, pesanan paling banyak yakni nastar, palm cheese, serta banana cookies. Namun yang paling best seller yakni nastar klepon.
Kue tradisional yang biasanya memiliki tekstur kenyal dan lumer di dalam, disulap jadi kue kering.
Krisnawati mengaku, ide membuat klepon nastar bermula saat ikut sebuah lomba.
“Karena unik dan belum ada yang buat. Kalau isiannya tetap sama dengan nastar umumnya, pakai selai nanas,” ujarnya.
Periode Ramadan dan Lebaran tahun ini, Krisnawati hanya membuat 2 ribu toples kue kering. Jumlah tersebut turun dibanding sebelumnya yang mencapai 3 ribu-4 ribu toplek kue kering.
Krisnawati mengaku sengaja mengurangi produksi karena takut kewalahan. Dalam sekali produksi, mampu membuat 100-125 toples.
“Alhamdulillah, kue keringnya sekarang produksi 2 ribu toples. Proses produksi kami mulai dari awal bulan puasa. Produksi nanti selama tiga minggu,” jelasnya.
Kue nastar klepon memiliki keunikan dengan warna hijau adonan kue dan isian selai nanas. Selain nastar klepon, varian lain yang cukup diminati yakni banana cake. Bentuknya mirip pisang dan diberi hiasan coklat cair.
“Saya dibantu lima karyawan,” hematnya.
Selain kue kering satuan, Krisnawati juga menyediakan paket hampers. Hampers dibanderol mulai dari Rp 100 ribu per paket.
Sementara itu, pelanggan kue kering datang dari berbagai wilayah di Solo Raya. Selain itu, pesanan juga datang dari Jogja, Bandung, Bogor, dan Jakarta.
“Mohon maaf sekarang banyak yang tidak kebagian pesanan. Karena saat ini sudah banyak daftar tunggu pesanan untuk diproduksi,” bebernya. (fid/fer)
Editor : fery ardi susanto