RADARSOLO.COM-Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali memprediksi terjadi peningkatan pergerakan kendaraan yang sangat signifikan di wilayahnya selama periode angkutan Lebaran 2026.
Sepanjang masa arus mudik dan balik Idulfitri, volume kendaraan yang melintas di Boyolali diperkirakan menembus angka 728.000 hingga 893.000 unit.
Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, prediksi tersebut merujuk pada Survei Potensi Pergerakan Masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026 yang dirilis oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.
Secara nasional, diperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, dengan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan utama.
Insan menjelaskan bahwa secara geografis, Kabupaten Boyolali memiliki posisi yang sangat strategis dalam jaringan transportasi regional.
Wilayah ini dilalui oleh jalan arteri nasional Semarang–Solo, akses Tol Trans Jawa melalui Gerbang Tol Banyudono dan Gerbang Tol Boyolali, serta jalur utama menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo.
"Kondisi tersebut menjadikan Boyolali sebagai salah satu koridor utama pergerakan pemudik menuju wilayah Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sebagian wilayah Jawa Timur," jelas Insan, Rabu (11/3/2026).
"Oleh karena itu, Dishub bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif operasional untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat," imbuh dia.
Rincian Volume Kendaraan Harian
Berdasarkan hasil analisis Dishub Boyolali, selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran, rata-rata volume kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai 50.400 hingga 73.600 unit per hari.
Arus lalu lintas tersebut diprediksi akan didominasi kuat oleh kendaraan pribadi yang memanfaatkan jaringan jalan tol maupun jalan nasional.
Baca Juga: Kampung Ramadan Di Keprabon Solo Dongkrak UMKM, Asah Bakat Pemuda
Berikut adalah rincian proyeksi volume kendaraan yang melintas di wilayah Boyolali setiap harinya selama periode Angkutan Lebaran 2026:
- Mobil Pribadi: 31.250 – 44.780 unit
- Sepeda Motor: 14.960 – 19.870 unit
- Bus (Antarkota & Pariwisata): 4.120 – 5.640 unit
- Kendaraan Logistik: 2.080 – 3.140 unit
Dengan tingginya proyeksi angka mobilitas tersebut, langkah-langkah rekayasa lalu lintas mutlak dipersiapkan secara matang guna mencegah kemacetan horor di titik-titik rawan penumpukan. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono