RADARSOLO.COM-Kekhusyukan Elya Reza dalam menunaikan ibadah salat mendadak buyar.
Seekor ular berbisa jenis kobra jawa tiba-tiba muncul di samping pintu kamarnya.
Insiden mengejutkan ini terjadi di kediamannya yang berlokasi di Dukuh Karang Wetan, RT 18/RW 04, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (11/3/2026) malam.
Kemunculan reptil mematikan tersebut segera dilaporkan kepada Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali.
Kabid Damkar Boyolali Supriyono mengungkapkan, pihaknya menerima laporan panggilan darurat dari warga sekitar pukul 20.00 WIB dan segera merespons cepat menuju titik kejadian.
"Tim kami langsung bergerak merespons laporan tersebut dan bersyukur berhasil mengamankan ular kobra jawa itu sebelum membahayakan penghuni rumah," ungkap Supriyono.
Proses evakuasi dan penangkapan ular dilakukan dengan kewaspadaan ekstra.
Pasalnya, ular kobra jawa (Naja sputatrix) dikenal sangat agresif dan memiliki kemampuan mematikan, yakni menyemburkan racun bisa ke arah mata lawan sebagai bentuk pertahanan diri.
Supriyono menjelaskan bahwa semburan bisa kobra dapat berakibat fatal apabila sampai masuk ke dalam jaringan tubuh manusia.
Oleh karena itu, seluruh petugas Damkar yang bertugas diwajibkan memakai kacamata pelindung (safety goggles) agar tidak terkena semburan saat proses penangkapan.
Lebih lanjut, Supriyono memaparkan bahwa ular kobra jawa yang menyatroni rumah Elya Reza diperkirakan masih berusia remaja dengan panjang sekitar 60 sentimeter.
Meski sempat melawan, ular tersebut berhasil ditaklukkan tanpa melukai siapa pun.
"Kondisi ular kobra ini masih sangat sehat. Untuk sementara waktu, ular kami evakuasi ke dalam galon air mineral kosong dan dibawa ke Mako Damkar Boyolali sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman," jelasnya.
Menyusul kejadian ini, Supriyono mengimbau seluruh masyarakat Boyolali untuk lebih waspada terhadap potensi masuknya hewan berbisa ke dalam rumah, terutama saat musim penghujan.
Warga diminta untuk rutin membersihkan lingkungan sekitar dan menyingkirkan tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang atau tempat persembunyian ular yang lembap. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono