RADARSOLO.COM - Dua gedung bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Di Boyolali dilaporkan dibobol orang tidak dikenal beberapa waktu lalu.
Akibatnya, beberapa kabel instalasi listrik, serta MCB yang terpasang di di gedung tersebut raib digondol.
Komandan Kodim 0724 Boyolali, Letkol (Inf) Dhanu Anggoro Asmoro, memberikan keterangan terkait pembobolan gedung KDMP di dua lokasi di Boyolaki.
Menurutnya, lokasi pembobolan tersebut agak jauh dari pemukiman dan kemungkinan besar dilakukan oleh pelaku dari luar Boyolali.
Dia menduga, pelaku melakukan aksinya saat dini hari, sekira pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB.
"Karena rawan, itu kan perbatasan, untuk sementara kami minta bantuan dari polres juga untuk mengungkap ini dari mana arah pelakunya,” Jelas Dandim, Kamis (12/3) usai Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026.
Dhanu Anggoro Asmoro mengatakan bahwa kemungkinan besar pelaku berasal dari luar Boyolali, karena warga Boyolali sendiri mendukung sekali upaya keamanan.
Motif pembobolan tersebut diperkirakan terkait dengan kebutuhan menghadapi hari raya.
"Kalau kami dari warga sendiri kemungkinan kecil lah, karena warga Boyolaki juga mendukung sekali kan. Motivasinya kemungkinan besar ya ini kebutuhan menghadapi hari raya," kata Dhanu.
Dhanu Anggoro Asmoro juga mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli dan akan memperketat lagi patroli bersama dengan pihak aparat desa.
"Nanti ada kampanye perketat lagi untuk patroli, nanti kita akan bersama juga dengan pihak aparat desa, desa itu namanya ada Forkopimcam," tambahnya.
Dhanu melanjutkan, saat ini di Boyolali telah memiliki 81 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan telah mencapai 100 persen.
Dari total 267 desa/kelurahan di Boyolali, 250 titik sudah dalam progres pembangunan, dan hanya tinggal 17 desa lain yang belum dibangun.
Alasan desa yang belum dibangun adalah karena terkendala lahan, sebab merupakan lahan sawah dilindungi (LSD).
Namun, Pemda Boyolali sudah mengupayakan untuk berkomunikasi dengan ATR Pusat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Tapi Pemda sekarang sudah mengupayakan, sehingga sudah berkomunikasi dengan ATR Pusat,"tuturnya.(fid)
Editor : Nur Pramudito