RADARSOLO.COM-BPBD Boyolali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi dampak fenomena gelombang El Nino.
Berdasarkan prakiraan cuaca, gelombang panas yang memicu kekeringan ini diperkirakan akan berlangsung selama 4-6 bulan ke depan.
Ancaman Krisis Air Bersih dan Karhutla
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman menjelaskan, fenomena El Nino diprediksi kuat memicu terjadinya kekurangan air bersih serta meningkatkan secara drastis risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: 4 Rekomendasi HP Murah Xiaomi RAM 8 GB Paling Terjangkau 2026, Performa Tangguh untuk Multitasking
"El Nino dapat menyebabkan kemarau panjang dan kekurangan air bersih, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan menghemat penggunaan air serta mencari sumber-sumber mata air alternatif di sekitar tempat tinggal," jelas Suparman kepada radarsolo.jawapos.com, Senin (30/3/2026).
Masyarakat juga diwanti-wanti lebih waspada terhadap tingginya risiko kebakaran lahan akibat kondisi lingkungan yang mengering.
BPBD Boyolali secara khusus meminta warga untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area kering, serta memastikan api unggun atau sisa pembakaran di kebun telah benar-benar padam setelah digunakan.
Waspadai Kemunculan Godzilla El Nino
Berdasarkan prediksi yang ada, gelombang El Nino ini mulai menunjukkan tanda-tanda kemunculannya pada bulan April dan berpotensi menyebabkan musim kemarau yang jauh lebih panjang dari biasanya.
Bahkan, fenomena anomali cuaca tahun ini diperkirakan bisa berkembang menjadi gelombang El Nino yang sangat kuat atau kerap diistilahkan sebagai Godzilla El Nino.
Menghadapi ancaman krisis iklim tersebut, Suparman menegaskan bahwa BPBD Boyolali tidak tinggal diam.
Pihaknya telah menyiagakan anggaran logistik, bantuan air bersih, serta berbagai sarana dan prasarana penunjang lainnya untuk meminimalisasi dampak El Nino di tengah masyarakat.
Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi Warga
"Kami juga akan terus melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi terkait perkembangan El Nino kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan di tingkat desa," tambah Suparman.
Ia membeberkan bahwa rentetan dampak El Nino tidak hanya berkutat pada kekurangan air bersih dan kebakaran lahan, tetapi juga merambat pada potensi gangguan kesehatan masyarakat akibat cuaca ekstrem dan debu.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dari level rumah tangga sangatlah dibutuhkan.
Suparman berharap masyarakat dapat terus memantau informasi mutakhir serta mematuhi imbauan resmi yang dikeluarkan oleh BPBD Boyolali maupun instansi terkait lainnya.
"Dengan adanya kerja sama, partisipasi aktif, dan kesadaran penuh dari masyarakat untuk menghemat air serta menjaga lingkungan, kami berharap Kabupaten Boyolali dapat melewati dan menghadapi dampak El Nino ini dengan baik," tutupnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono