RADARSOLO.COM– Warga Dukuh Jetak, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah bayi di tengah ladang pada Kamis (2/4/2026) siang.
Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi memilukan dengan separuh badannya terkubur tanah.
Kronologi dan Kondisi Penemuan
Kapolsek Cepogo AKP Agung Setiawan, mengungkapkan, temuan tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang warga setempat yang tengah beraktivitas mencangkul di ladang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, berikut adalah fakta-fakta terkait kondisi korban saat ditemukan:
- Waktu Ditemukan: Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
- Jenis Kelamin: Perempuan.
- Kondisi Fisik: Ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan diperkirakan baru saja dilahirkan karena tali pusar masih menempel di tubuhnya.
- Posisi: Separuh badan bayi terkubur tidak sempurna di dalam tanah yang hanya dikorek seadanya, serta ditutupi oleh rerumputan dan selembar kain berwarna cokelat pada bagian atasnya.
"Setengahnya dikubur, tapi tidak sempurna. Dikorek-korek tanahnya, tertutup rumput-rumput," jelas AKP Agung saat dikonfirmasi oleh radarsolo.jawapos.com, Kamis (2/4/2026).
Evakuasi dan Penyelidikan Polisi
Menindaklanjuti laporan warga tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Unit Inafis Polres Boyolali, Satreskrim Polres Boyolali, dan petugas Puskesmas setempat langsung diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan proses evakuasi dan olah TKP.
Saat ini, mayat bayi perempuan tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Solo untuk menjalani proses autopsi.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Percepat Cek Kesehatan Gratis, Bidik 46 Persen Warga
AKP Agung menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti kapan pelaku melakukan aksi keji pembuangan darah dagingnya tersebut.
"Lha itu yang kita belum bisa matur (memastikan). Mudah-mudahan segera terungkap. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan waktu pasti kejadian, serta penyebab meninggalnya bayi tersebut," tutupnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono