RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mencatat, hingga 31 Maret 2026 sudah ada 3 laporan kasus campak di Boyolali.
Untuk itu, Dinkes Boyolali terus mengimbau masyarakat agar waspada, terhadap penyakit campak yang masih menjadi ancaman.
Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, FX Kristandiyoko, menyatakan bahwa jumlah kasus campak di Boyolali tahun 2025 mencapai 19 kasus, dan hingga 31 Maret 2026, sudah ada 3 kasus.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus.
Baca Juga: Panik! Orang Tua di Banyudono Boyolali Lupa Anaknya Terkunci di Dalam Mobil
Bahaya penyakit campak tidak hanya karena gejalanya yang tidak menyenangkan, tapi juga karena komplikasi serius yang bisa terjadi, seperti infeksi telinga, pneumonia, ensefalitis, dehidrasi, kebutaan, dan kelahiran prematur atau keguguran pada ibu hamil.
“Risiko komplikasi ini lebih tinggi pada anak-anak yang belum divaksin, orang dewasa yang belum kebal, dan orang dengan sistem imun lemah," jelas Kristandiyoko kepada Jawapos Radar Solo, Jumat (3/4).
Kristandiyoko mengatakan, untuk mencegah penyebaran campak, Dinkes Boyolali melakukan beberapa upaya, seperti edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya imunisasi.
Kemudian komunikasi dan kolaborasi lintas sektor, serta pemantauan mingguan sistem kewaspadaan dini dan respon untuk setiap alert kasus suspek campak.
Kristandiyoko melanjutkan, pencegahan campak yang paling efektif adalah melalui imunisasi campak, yaitu vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).
“Vaksin ini diberikan dalam beberapa tahap, yaitu usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun," tambahnya.
Dia merinci, untuk anak usia 9 bulan menggunakan Vaksin MR dosis pertama, lalu anak usia 18 bulan menggunakan Vaksin MMR dosis kedua, dan anak usia 5-7 tahun menggunakan Vaksin MMR boosteri.
Dinkes Boyolali juga mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala campak, seperti demam dan ruam, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut.
Selain itu, masyarakat harus menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita campak, dan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
Menurutnya, dengan melakukan pencegahan ini, masyarakat dapat melindungi diri dan orang-orang sekitar dari penyakit campak.
"Mari kita waspada dan lakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran campak di Boyolaki," tambahnya.
Dinkes Boyolaki juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan campak dengan memastikan anak-anak mereka telah divaksinasi dan mengikuti program imunisasi yang telah ditetapkan.
"Kita harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran campak dan melindungi generasi masa depan kita," tuturnya.(fid)
Editor : Nur Pramudito