Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waktu Tunggu Seragam 27 Tahun, Kuota Haji Boyolali 2026 Melonjak Jadi 940 Jemaah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 8 April 2026 | 14:09 WIB
Jamaah haji saat tiba di Bandara Adi Soemarmo pada musim haji 2025. (DOK. M IHSAN/RADAR SOLO)Jamaah haji saat tiba di Bandara Adi Soemarmo pada musim haji 2025. (DOK. M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kuota jemaah haji asal Kabupaten Boyolali pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, Boyolali mendapatkan jatah keberangkatan bagi 940 jemaah haji untuk musim haji tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Boyolali Sauman menjelaskan, sebenarnya alokasi kuota awal untuk Boyolali mencapai 950 jemaah.

Baca Juga: PKH 2026 Tahap 2 Mulai Cair April, Simak Jadwal dan Cara Cek Penerima Bansos

Namun, karena adanya dinamika jemaah yang menetap di luar wilayah kabupaten, jumlah yang tersedia dan siap berangkat saat ini adalah 940 jemaah, yang mana jumlah tersebut sudah termasuk lima orang petugas haji.

"Kemarin sebenarnya 941 jemaah yang sudah terdaftar, tapi ada yang meninggal, jadi tinggal 940 jemaah," kata Sauman kepada radarsolo.jawapos.com, Rabu (8/4/2026).

Implementasi Undang-Undang Baru

Lonjakan kuota ini merupakan kabar baik bagi para calon jemaah haji. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya, kuota jemaah haji Kabupaten Boyolali hanya berjumlah 768 jemaah.

Sauman membeberkan bahwa peningkatan kuota pada tahun 2026 terjadi sebagai dampak positif dari penerapan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang berbasis pada sistem daftar tunggu (waiting list).

Melalui aturan baru yang diterapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah tersebut, sistem keberangkatan kini menjadi lebih terukur.

Dampaknya, waktu tunggu keberangkatan jemaah menjadi seragam yakni selama 27 tahun sejak pertama kali mendaftar untuk seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Ini Pasal yang Disangkakan

"Jadi, semua provinsi di Indonesia menggunakan sistem waiting list, sehingga kuota haji tahun 2026 meningkat," katanya.

Pembagian Kloter dan Kesiapan Logistik

Mengenai teknis keberangkatan, jemaah haji asal Boyolali akan terbagi ke dalam beberapa kelompok terbang (kloter).

Rinciannya meliputi kloter 55, 56, 57, serta kloter 81 yang merupakan kuota gabungan dari beberapa kawasan di Jawa Tengah.

"Kuota 81 adalah gabungan dari beberapa kawasan," lanjutnya.

Secara umum, Sauman memastikan bahwa seluruh rangkaian persiapan ibadah haji di tingkat kabupaten sudah sangat matang.

Seluruh hak dan kewajiban bagi para calon jemaah telah terpenuhi, mulai dari pelaksanaan manasik haji hingga pendistribusian buku panduan ibadah.

Baca Juga: Pemain Asal Sragen Jadi Penyelamat Timnas Indonesia, Hector Souto: Harusnya Bisa Lebih dari Itu

Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu kedatangan koper jemaah yang masih dalam proses antrean pengiriman dari Semarang.

"Kami di Boyolali seluruh rangkaian hak dan kewajiban jemaah sudah terlaksana, tinggal nunggu koper. Dari Semarang saat ini didahulukan kloter awal, semoga secepatnya Boyolali bisa datang,” pungkasnya.

Sedangkan untuk persiapan layanan ibadah di tanah suci Arab Saudi, Sauman optimistis semuanya akan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Hal ini didasarkan pada hasil koordinasi dan pemantauan langsung yang dilakukan oleh jajaran kementerian pusat.

"Insya Allah, sesuai dengan kunjungan Pak MenHaj, siap 100 persen," tutupnya. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#haji 2026 #jumlah jamaah haji boyolali 2026 #kuota haji boyolali #Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Boyolali Sauman