Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sempat Mangkrak 5 Tahun, Pasar Rakyat Nogosari Akhirnya Dibuka Tanpa Menutup Pasar Lama

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 8 April 2026 | 18:31 WIB
Pegawai Disdagperin Boyolali mengecek kondisi Pasar Rakyat Nogosari, Rabu (8/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO) Pegawai Disdagperin Boyolali mengecek kondisi Pasar Rakyat Nogosari, Rabu (8/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Setelah sempat mangkrak selama kurang lebih 5 tahun, Pasar Rakyat Nogosari di Kabupaten Boyolali akhirnya akan segera dioperasikan.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali mulai melakukan langkah-langkah persiapan untuk membuka pasar yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp15 miliar.

Pasar Baru Dibuka, Pasar Lama Tetap Beroperasi

Pasar yang mulai dibangun sejak 2019 dan rampung pada 2021 ini memiliki fasilitas berupa dua blok pasar yang terdiri atas 67 kios dan 174 los.

Kepala Disdagperin Boyolali Purnawan Raharjo menjelaskan, pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana pengoperasian bangunan baru tersebut.

Baca Juga: Mobil Tak Bertuan Ditemukan di Pasar Kota Wonogiri, Polisi Dapati Sejumlah BPKB di Dalamnya

Menariknya, pemerintah memutuskan tidak akan menutup pasar lama, demi menjawab keresahan para pedagang yang selama ini enggan direlokasi.

"Pasar baru Nogosari ini akan segera kita tempati," jelas Purnawan, Rabu (8/4/2026).

Awalnya, pasar baru ini diproyeksikan untuk memindahkan para pedagang dari pasar lama yang berada di sebelah timur kecamatan.

Namun, karena adanya penolakan masif, pemerintah mengubah strategi dengan menawarkan lapak di pasar baru tersebut kepada pelaku usaha lain di sekitar wilayah Nogosari.

"Pedagang pasar yang lama tidak pindah ke sana, tetapi pasar barunya kita tawarkan kepada pelaku usaha disekitarnya barang kali ada yang minat menempati usahanya di pasar baru. Jadi pasar lamanya tetap," ujar Purnawan.

Prioritas Warga Lokal dan Gratis Retribusi

Baca Juga: Jersey Persebi Boyolali Diburu Kolektor dan Dapat Apresiasi Gibran

Guna menarik minat para pelaku usaha, Disdagperin memberlakukan kebijakan khusus berupa penggratisan retribusi pasar selama masa uji coba pembukaan di tahun 2026. Penarikan retribusi secara resmi baru akan dimulai pada tahun depan.

Purnawan juga menekankan bahwa warga yang tinggal di sekitar lokasi pasar akan mendapatkan prioritas utama untuk mengisi kuota dagang, meskipun pedagang dari pasar lama tetap diperbolehkan mendaftar jika kuota belum terpenuhi.

"Namun ketika nanti melebihi, ya kita waiting list," tutup Purnawan sembari menambahkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui UPT Pasar Nogosari.

Kelegaan Pedagang Pasar Lama

Di sisi lain, keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana relokasi disambut rasa syukur pedagang pasar lama.

Selama ini, mereka bersikukuh menolak pindah karena menganggap lokasi pasar baru di jalur Nogosari-Andong tersebut tidak strategis dan jauh dari pusat keramaian.

Baca Juga: Pemain Asal Sragen Dianggap Salah Satu Flank Kanan Terbaik di Indonesia, Pelatih Timnas Futsal Tuntut  Dia Tetap Konsisten

Selain itu, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan serius karena akses jalannya dinilai rawan kecelakaan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Nogosari Sambudi menuturkan, kepastian bertahannya mereka di lokasi lama merupakan kabar yang sangat melegakan bagi seluruh pedagang maupun pelanggan setia pasar.

“Karena yang diharapkan memang tidak pindah. Hasilnya positif, kita sudah lega,” beber Sambudi.

Ia mengakui bahwa mayoritas pedagang mengkhawatirkan penurunan omzet jika harus berpindah ke lokasi yang terpencil.

Kondisi jalan di sekitar pasar baru yang berada di tikungan tajam juga dianggap membahayakan mobilitas keluar-masuk kendaraan.

“Dibilang dekat keramaian, ya terpencil, kampung jauh. Akses jalan pun rawan. Jadi pas tikungan keluar masuk, bahaya,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan ini, aktivitas perdagangan di Pasar Nogosari lama dipastikan tetap berjalan normal.

Namun, bagi pedagang yang ingin memperluas ekspansi usahanya, Disdagperin tetap membuka pintu lebar bagi mereka untuk turut mengisi ruang di Pasar Rakyat Nogosari yang baru. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pasar lama tetap buka #mangkrak #pasar rakyat nogosari #relokasi