Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Boyolali Gencarkan Transformasi Keselamatan Berbasis Data

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 17 April 2026 | 17:23 WIB
Petugas Dishub Boyolali mengecek flash light di Simpang Watu Telenan, Jumat (17/4/2026). (Abdul Khofid/Radar Solo)
Petugas Dishub Boyolali mengecek flash light di Simpang Watu Telenan, Jumat (17/4/2026). (Abdul Khofid/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem keselamatan lalu lintas menyusul adanya pergeseran tren kecelakaan. 

Meskipun angka fatalitas atau korban jiwa berhasil ditekan hingga 13,2 persen, frekuensi kecelakaan secara keseluruhan justru mengalami kenaikan sebesar 18,5 persen dalam setahun terakhir.

Kondisi ini memacu pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan preventif berbasis data yang lebih terintegrasi untuk periode 2025–2027.

Baca Juga: Wabup Karanganyar Ajak Masyarakat Getol Perangi Rokok Bodong

Evaluasi Pergeseran Karakter Risiko

Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, berdasarkan data periode 2024–2025, jumlah korban kecelakaan meningkat dari 2.039 menjadi 2.416 orang.

Meski angka kecelakaan mematikan menurun dari 129 menjadi 112 jiwa, tingginya angka korban luka-luka tetap menjadi beban sosial dan ekonomi yang serius bagi produktivitas masyarakat.

Penanganan ke depan pun tidak lagi hanya menyasar aspek penegakan hukum, melainkan perbaikan sistem secara menyeluruh.

“Ini bukan sekadar angka statistik. Artinya, upaya kita dalam menekan fatalitas mulai berhasil, tetapi pencegahan kecelakaan secara keseluruhan masih perlu diperkuat,” jelas Insan Adi Asmono saat memberikan keterangan pada Jumat (17/4/2026).

Analisis mendalam Dishub menunjukkan bahwa mayoritas titik rawan masih berada pada simpang jalan dan koridor utama yang memiliki volume kendaraan serta kecepatan tinggi.

Fokus utama rekayasa lalu lintas kini diarahkan pada titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian mendesak guna meminimalisir konflik kendaraan di lapangan.

Baca Juga: Persebi Boyolali Uji Komposisi Pemain, Indriyanto Akui Bek Kanan Jadi Catatan

“Simpang yang saat ini butuh penanganan khusus di antaranya Simpang Watu Telenan dan Simpang Kembang Jalan Baru Ampel,” tambah Insan.

Strategi Safe System dan Vision Zero

Melalui visi Safe System Approach dan Vision Zero, Dishub memosisikan keselamatan jalan sebagai tanggung jawab sistem secara kolektif.

Tanpa adanya intervensi yang signifikan, simulasi data menunjukkan potensi lonjakan korban hingga lebih dari 2.700 jiwa pada tahun 2026.

Sebab itu, Dishub menargetkan penurunan jumlah korban kecelakaan hingga 20 persen melalui manajemen kecepatan dan penguatan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Balai Pengelola Transportasi Darat.

Baca Juga: Perkuat Cooling System, Polres Wonogiri Siapkan Strategi Pengamanan Kegiatan Berskala Besar

Transformasi ini bertumpu pada pilar penanganan berbasis lokasi risiko dan kebijakan yang didasarkan pada analisis empiris. Insan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini bergerak cepat dalam merespons kejadian darurat di jalanan Boyolali.

“Sinergi dan dedikasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menurunkan fatalitas dan meningkatkan respons penanganan darurat di Boyolali,” katanya.

Agenda Kemanusiaan dan Pembangunan

Dishub menegaskan bahwa upaya peningkatan keselamatan lalu lintas bukan sekadar persoalan teknis di aspal, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah dan perlindungan nyawa manusia.

Kemananan dalam setiap perjalanan warga, baik menuju sekolah maupun tempat kerja, menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar dalam agenda pembangunan Boyolali masa depan.

“Setiap perjalanan masyarakat ke sekolah, bekerja, maupun beraktivitas sehari-hari, harus bisa berlangsung dengan aman. Ini adalah investasi bagi masa depan Boyolali,” tutup Insan Adi Asmono. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#keselamatan berbasis data #dishub boyolali #kecelakaan lalu lintas