Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Boyolali City Light 2026: Perputaran Ekonomi Tembus Rp1 Miliar Per Malam di Simpang Siaga

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 21 April 2026 | 15:07 WIB
Boyolali City Light yang menggabungkan estetika cahaya, hiburan rakyat, dan penguatan UMKM tidak hanya berhasil mengubah wajah kota menjadi lebih dinamis, tetapi juga mencatatkan angka transaksi yang fantastis. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Boyolali City Light yang menggabungkan estetika cahaya, hiburan rakyat, dan penguatan UMKM tidak hanya berhasil mengubah wajah kota menjadi lebih dinamis, tetapi juga mencatatkan angka transaksi yang fantastis. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Penyelenggaraan Boyolali City Light (BCL) resmi diproyeksikan sebagai pusat kekuatan ekonomi baru bagi Kabupaten Boyolali. 

Event yang menggabungkan estetika cahaya, hiburan rakyat, dan penguatan UMKM ini tidak hanya berhasil mengubah wajah kota menjadi lebih dinamis, tetapi juga mencatatkan angka transaksi yang fantastis.

Di tengah momentum Ramadan dan Lebaran 2026, agenda ini terbukti efektif menarik arus pemudik dan wisatawan untuk memutar roda ekonomi di Kota Susu.

Magnet Wisata dan Lonjakan Pendapatan UMKM

Bupati Boyolali Agus Irawan menyatakan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan BCL tahun kedua yang mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat.

Baca Juga: Libatkan 50 Pelaku Seni dan Pegiat Lingkungan, Biennale Klaten 4 Suarakan Penyelamatan Lingkungan

Peningkatan pendapatan para pelaku UMKM menjadi tolok ukur utama keberhasilan acara ini.

Meskipun telah berjalan baik, Agus menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar BCL tetap memiliki daya tarik yang kompetitif bagi wisatawan luar daerah.

“Tentunya dengan adanya BCL pendapatan dari UMKM meningkat tajam. Tentu tetap ada beberapa evaluasi, salah satunya inovasi agar selalu memberikan hal yang baru dan menarik,” ungkap Agus Irawan saat memberikan keterangan pada Jumat (17/4/2026).

Berdasarkan hasil survei tim internal Pemerintah Kabupaten Boyolali, perputaran uang selama kegiatan berlangsung menunjukkan angka yang sangat signifikan.

Pada momen-momen puncak, nilai transaksi harian bahkan mampu menyentuh angka miliaran rupiah.

Baca Juga: Resahkan Warga Kemlayan, Dua Pemuda Mabuk Asal Sukoharjo dan Pacitan Diciduk Tim Sparta Polresta Solo

“Untuk perputaran ekonominya, tim kami survei, per malam itu ada yang mencapai Rp1 miliar, ada juga kurang dari itu ketika hari biasa,” jelas Agus. Melihat potensi tersebut, Pemkab berencana mengemas BCL tahun depan dengan konsep yang jauh lebih kreatif dan meriah.

Wajah Baru Boyolali Maju

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Boyolali Prasetyo Adi Setiawan menjelaskan bahwa keindahan BCL 2026 membentang di titik-titik ikonik kota.

Mulai dari kawasan Jembatan Kali Gede, Bundaran Simpang Lima, hingga Tugu Susu Tumpah.

Jalur ini dirancang dengan konsep dekorasi yang instagramable bertema "Wajah Baru Boyolali Maju", yang sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata daerah.

Selain sisi ekonomi dan estetika, BCL juga bertransformasi menjadi panggung terbuka bagi ekosistem seni lokal.

Baca Juga: Job Fair Wonogiri 2026 Sediakan 6.500 Lowongan, Tekan Jumlah Pengangguran

Berbagai komunitas seni diberikan ruang luas untuk menampilkan pertunjukan musik band, atraksi budaya, hingga hiburan lainnya, terutama pada setiap akhir pekan.

“BCL ini ternyata jadi ajang para seniman Boyolali yang ingin unjuk gigi. Bagi masyarakat yang berminat, bisa mendaftar di kontak person di Instagram kami,” ujar Prasetyo.

Penyelenggaraan BCL tahun ini yang dipusatkan di Kawasan Simpang Siaga mulai 13 Maret hingga 11 April 2026, telah membuktikan bahwa sinergi antara keindahan kota dan pemberdayaan ekonomi mampu menciptakan pusat pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat Boyolali. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BOYOLALI CITY LIGHT 2026 #event #Perputaran Ekonomi #simpang siaga boyolali #umkm