Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perawat RS Cipto Mangunkusumo Asal Boyolali Jadi Korban Meninggal Kecelakaan Kereta, Keluarga Kenang Kepulangan Mendadak Farida sebelum Musibah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 29 April 2026 | 12:57 WIB
Prosesi pemakaman Farida, perawat RS Cipto Mangunkusumo asal Boyolali, Rabu (29/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Prosesi pemakaman Farida, perawat RS Cipto Mangunkusumo asal Boyolali, Rabu (29/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Isak tangis pecah di Dukuh Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali saat jenazah Farida Utami tiba di rumah duka, Rabu (29/4/2026).

Perawat senior di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur,  Senin (27/4/2026) malam.

Kepergian ibu dari tiga anak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besarnya di Boyolali.

Baca Juga: Plafon SDN Ngasinan IV Sukoharjo Ambruk, Siswa Dua Kelas Dipulangkan

Terlebih almarhumah sempat pulang kampung sebelum musibah terjadi.

Kepulangan Misterius Tanpa Pemberitahuan

Farid Rojab, kakak kandung Farida mengenang kepulangan adiknya sebagai sebuah firasat atau pamitan terakhir yang tidak disadari keluarga. 

Meski baru saja mudik pada momen Lebaran lalu, Farida tiba-tiba muncul di depan pintu rumah orang tuanya di Desa Kopen tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.

Kedatangan yang mengejutkan itu menjadi momen silaturahmi singkat yang sangat berkesan bagi sang ibu dan saudara-saudaranya sebelum Farida memutuskan kembali ke Jakarta demi mengejar jadwal dinas di IGD RSCM.

“Padahal sebelumnya Lebaran juga pulang. Sama saya juga ketemu. Nah kemudian pulang yang terakhir itu nggak ada yang tahu. Tiba-tiba ke rumah, kaget Mbah itu (ibunda Farida dan Farid),” beber Farid.

Ketegangan di Balik Pencarian Korban

Kisah pilu berlanjut saat Farid menceritakan bagaimana ia secara tidak sengaja berada di rute KRL yang sama pada hari kejadian.

Baca Juga: Baca Buku sebelum Rapat Digelar, Komisi I DPRD Wonogiri: Biar Membudaya

Awalnya, ia tidak menaruh curiga meski mendengar pengumuman adanya kendala operasional di daerah Tambun.

Namun, kecemasannya memuncak saat berita kecelakaan besar mulai tersiar pada pukul 20.35 WIB.

Farid berulang kali mencoba menghubungi ponsel adiknya, namun meski nada sambung terdengar aktif, tidak ada jawaban dari ujung telepon.

“Telepon hampir 10 kali lebih. Pertama, teleponnya berdering. Berdering berarti aktif tapi tidak diangkat. Nah pikiran saya mungkin baterainya drop,” kenang Farid.

Baca Juga: Pedoman Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026: Susunan, Pakaian, dan Waktu Pelaksanaan Resmi

Rasa tidak tenang membawanya mencari ke IGD RSCM, tempat adiknya bekerja, namun ia mendapati ruangan sudah kosong dan gelap.

Ia kemudian meminta bantuan anak almarhumah untuk melakukan pengecekan ke RS Polri Kramatjati, meski saat itu identitas Farida belum terkonfirmasi secara resmi karena masih dalam proses pencocokan data medis oleh pihak rumah sakit.

Kepastian di Dini Hari

Setelah melalui ketidakpastian selama berjam-jam, pihak keluarga akhirnya mendapatkan kepastian sekitar pukul 02.30.

Baca Juga: Satu Lagi Korban Kecelakaan Kereta Api yang Dimakamkan di Wonogiri

Nama Farida muncul dalam rilis resmi daftar korban meninggal dunia yang diumumkan melalui media massa.

Rekan sejawat almarhumah dari RSCM pun segera bergerak menuju RS Polri untuk memastikan kondisi jenazah sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Boyolali menggunakan jalur darat. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#fARIDA UTAMI #korban meninggal kecelakaan kereta #perawat rscm #Boyolali