Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Update Haji 2026: 25 Jemaah Embarkasi Solo Dipulangkan karena Tak Memenuhi Syarat Kesehatan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:21 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengunjungi Asrama Haji Donohudan, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengunjungi Asrama Haji Donohudan, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Operasional pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Solo tahun 1447 H/2026 M memasuki fase krusial dengan pengetatan standar kesehatan bagi seluruh calon jemaah.

Hingga Sabtu (2/5/2026), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan layanan di Asrama Haji Donohudan berjalan lancar meski harus mengambil keputusan berat terkait kondisi fisik jemaah.

Baca Juga: Senin Besok SPMB SDN Di Sukoharjo Dibuka, DTSEN Desil 1-4 Jadi Syarat Wajib Jalur Afirmasi

Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keselamatan selama penerbangan serta memastikan seluruh jemaah mampu menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci sesuai dengan kriteria istita’ah kesehatan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Pengetatan Kesehatan dan Kebijakan Pemulangan

Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa memulangkan sebanyak 25 jemaah beserta pendampingnya karena dinyatakan tidak layak terbang (unfit to fly).

Kondisi medis seperti sesak napas yang berisiko fatal di ketinggian serta kebutuhan rutin cuci darah menjadi penyebab utama jemaah tidak diizinkan melanjutkan perjalanan.

Kebijakan ini juga berdampak pada pendamping atau pasangan, di mana jika salah satu jatuh sakit, pasangannya biasanya turut memilih pulang ke daerah asal.

“Pengetatan ini dilakukan agar jemaah benar-benar memenuhi syarat kesehatan dan bisa beribadah dengan baik di Tanah Suci, serta mencegah jemaah sakit setibanya di Arab Saudi,” jelas Fitriyanto.

Bagi jemaah yang batal berangkat, PPIH memberikan kepastian hak melalui dua skema pelimpahan.

Jika dokter menyatakan sakit permanen, porsi haji dapat dilimpahkan kepada keluarga inti untuk tahun depan.

Baca Juga: Update! Kumpulan Contoh Soal CAT Tes Potensi Kognitif Manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kunci Jawaban 2026

“Sementara itu, jemaah dengan sakit non-permanen akan menunggu hingga sembuh dan diberangkatkan pada kesempatan pertama di tahun berikutnya,” lanjutnya.

Jemaah Wafat dan Jaminan Asuransi

Hingga hari ke-12 operasional, tercatat dua jemaah asal Embarkasi Solo wafat di Tanah Suci, yakni Rodiyah Wayan (68) dari Kloter 3 asal Kabupaten Tegal dan Siti Rahayu Sanusi (63) dari Kloter 12 asal Kabupaten Pekalongan.

Keduanya wafat di Madinah dan telah dimakamkan di pemakaman Baqi.

Terkait hal ini, Fitriyanto memastikan hak-hak jemaah yang wafat sebelum prosesi wukuf tetap terlindungi, termasuk pemberian asuransi penuh serta pelaksanaan badal haji oleh petugas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Awal Mei 2026: BMKG Prediksi Curah Hujan Rendah, Ini Wilayah yang Masih Berpotensi Hujan

Fitriyanto mengonfirmasi bahwa jemaah yang wafat akan menerima asuransi sebesar biaya yang telah dibayarkan, yakni Rp57 juta, dan akan dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia.

Selain itu, ia juga mengklarifikasi perihal insiden jemaah yang mengalami penurunan kesehatan saat technical landing di Medan.

Karena menggunakan layanan Makkah Route, jemaah tersebut harus dikembalikan ke Solo untuk proses administrasi ulang.

“Karena Embarkasi Solo menerapkan layanan Makkah Route yang stempel imigrasi Arab Saudi-nya dilakukan di Solo, jemaah tersebut harus dikembalikan ke Solo untuk proses stempel ulang. Ia akan diberangkatkan kembali setelah dinyatakan sehat,” tuturnya.

Update Kloter dan Data Kesehatan

Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia memaparkan data terbaru hingga Sabtu pukul 07.00 WIB, di mana total 10.756 jemaah dari 30 kloter telah diterbangkan ke Arab Saudi.

Adapun total jemaah yang sudah masuk ke asrama mencapai 11.511 orang dari 32 kloter.

Pihak asrama juga tengah memantau kondisi 11 jemaah yang sakit di Solo, di mana empat di antaranya harus dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi dan satu orang ke RS TNI AU, sementara sisanya dalam observasi poliklinik. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jemaah haji embarkasi solo dipulangkan #tak memenuhi syarat kesehatan #update haji 2026 #Boyolali #asrama haji donohudan