RADARSOLO.COM – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mulai menerima dan mendistribusikan kiriman air zamzam untuk kebutuhan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 3.000 paket perdana telah mendarat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat (8/5/2026) melalui maskapai Garuda Indonesia.
Langkah percepatan distribusi langsung dilakukan oleh pihak panitia, di mana sebagian besar paket telah dikirimkan ke Kantor Kementerian Agama Boyolali guna mengurai kepadatan logistik saat masa pemulangan jemaah nanti.
Sistem distribusi air zamzam tahun ini dilakukan lebih awal untuk menjamin efisiensi koordinasi di tingkat kabupaten/kota. PPIH memastikan bahwa setiap jemaah haji yang terdaftar akan mendapatkan jatah resmi sebanyak 5 liter.
Menariknya, hak atas air zamzam ini juga tetap berlaku bagi jemaah yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah di tanah suci, sebagai bentuk pelayanan dan penghormatan kepada pihak keluarga.
Wakil Ketua Bidang Perbekalan Embarkasi Solo David Jafar Saputra menjelaskan, mekanisme pemberian jatah tersebut agar jemaah merasa tenang terkait logistik mereka.
“Alhamdulillah, kita kedatangan satu paket air zamzam untuk flight pertama. Nanti dibagikan ke masing-masing jemaah haji, di mana satu orang mendapatkan satu galon berisi 5 liter,” ujar David, Senin (11/5/2026).
Ia juga menekankan kepastian bagi keluarga jemaah yang wafat.
“Untuk jemaah haji yang wafat di Arab Saudi, nantinya tetap berhak mendapatkan air zamzam. Teknisnya akan diserahkan oleh petugas daerah kepada pihak keluarga atau ahli waris,” tambahnya.
Baca Juga: Lawan Kecanduan Gawai, Karang Taruna Kepatihan Selogiri Hidupkan Kembali Minggu Dolanan Lawas
Kebijakan pendistribusian air zamzam di awal masa keberangkatan ini merupakan strategi untuk menekan potensi pelanggaran aturan penerbangan internasional.
Sebagaimana diketahui, jemaah dilarang keras memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi demi alasan keamanan penerbangan.
Dengan ketersediaan jatah resmi yang sudah menunggu di tanah air, jemaah diharapkan tidak lagi memaksakan diri membawa air secara mandiri yang dapat membebani kapasitas pesawat.
“Ini didistribusikan lebih awal untuk mengurangi beban kapasitas bagasi saat pemulangan nanti. Jadi, jemaah tidak perlu lagi membawa air zamzam dari tanah suci karena jatah mereka sudah otomatis tersedia saat kembali ke tanah air,” jelas David.
Baca Juga: Berapa Gaji Rekrutmen Calon Mitra Statistik Pendataan BPS 2026? Ini Rincian dan Perkiraannya
Pemanfaatan armada truk koper jemaah yang sedang standby di Asrama Haji Donohudan juga menjadi kunci agar distribusi ke daerah-daerah penerima, khususnya wilayah terdekat seperti Boyolali, berjalan lebih cepat dan hemat biaya operasional.
PPIH Embarkasi Solo telah memetakan jadwal kedatangan air zamzam yang akan berlangsung secara intensif dalam waktu dekat.
Tercatat akan ada 10 kali penerbangan khusus yang didedikasikan untuk mengangkut kebutuhan air zamzam bagi seluruh jemaah di wilayah kerja Embarkasi Solo.
Proses ini dipantau secara ketat untuk memastikan jumlah galon yang datang sesuai dengan manifest manifes jemaah yang berangkat.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia menambahkan, proses pengiriman ini akan tuntas dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
“Kedatangan air zamzam akan terus berlangsung bertahap. Total ada 10 penerbangan khusus pengangkut air zamzam untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji wilayah Embarkasi Solo,” jelas Nabiila.
Baca Juga: Taspen Tegas! Gaji ke-13 Pensiunan PNS Bisa Terancam Gagal Cair Jika Syarat Ini Belum Dipenuhi
Dengan rata-rata kedatangan 3.000 paket per penerbangan, panitia optimistis seluruh kebutuhan air zamzam bagi ribuan jemaah akan tersedia di gudang logistik masing-masing daerah sebelum masa pemulangan tiba. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono