Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ubah Stigma Rutan: Warga Boyolali Antusias Ikut Wisata Petik Melon Hidroponik di Balik Jeruji

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 11 Mei 2026 | 14:07 WIB
Rutan Boyolali membuka akses bagi masyarakat umum untuk menikmati wisata petik melon langsung di dalam area greenhouse rutan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Rutan Boyolali membuka akses bagi masyarakat umum untuk menikmati wisata petik melon langsung di dalam area greenhouse rutan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Boyolali menghadirkan terobosan unik dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaannya.

Bukan sekadar keterampilan tangan biasa, rutan kini membuka akses bagi masyarakat umum untuk menikmati wisata petik melon langsung di dalam area greenhouse rutan.

Inovasi agrowisata ini tidak hanya bertujuan memberdayakan warga binaan di bidang pertanian modern, tetapi juga berupaya mengubah stigma negatif rutan yang selama ini dianggap sebagai tempat yang tertutup dan menakutkan.

Baca Juga: Link Pertandingan Bali United vs Borneo FC dan Klasemen Sementara Liga 1: Persib Bandung Ikut Waswas Menanti Hasil Akhir

Sejak hari pertama pembukaan, antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Banyak warga dari luar daerah, seperti Kartasura, rela datang ke Rutan Boyolali demi merasakan sensasi memetik buah melon segar dari pohonnya.

Salah satu pengunjung Dwi Setiawati mengungkapkan rasa kaget sekaligus kekagumannya terhadap perubahan atmosfer rutan yang kini lebih ramah dan produktif.

Baginya, melihat aktivitas pertanian modern di balik jeruji besi adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat kontras dengan gambaran rutan di televisi.

Alhamdulillah luar biasa. Baru kali ini panen melon di dalam rutan. Kalau di luar sih banyak, kalau di dalam lapas atau di dalam rutan itu luar biasa,” ujar Dwi Setiawati ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).

Ia tak menampik awalnya merasa khawatir saat hendak melangkahkan kaki masuk ke area rutan.

Baca Juga: Sragen Darurat Laka Air: Belum Kering Duka Embung Sigit, Jasad Pemilik RM Endang Ditemukan di Sungai Bugel

“Perasaan seperti di TV, agak takut-takut gimana. Tapi setelah sampai di dalam, luar biasa. Anggota-anggotanya, penyambutannya, petugasnya, semuanya baik dan ramah,” tambahnya sembari memuji kualitas melon yang dipetiknya.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali Ervans Bahrudhin Mulyanto menjelaskan, proyek greenhouse melon ini merupakan bagian integral dari pembinaan kemandirian.

Warga binaan dilibatkan sepenuhnya dalam siklus pertanian hidroponik.

Mulai dari penyemaian bibit, pemeliharaan harian, hingga manajemen nutrisi.

Penggunaan sistem hidroponik dipilih karena efisiensi lahan dan kemudahan dalam kontrol hama, sehingga menghasilkan buah yang berkualitas premium dan seragam.

Baca Juga: Geger! Apa Isi Video Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di Medsos? Pemeran dan Lokasi Jadi Buruan Netizen

“Jadi untuk kegiatan di sini, ini adalah salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan kami. Di mana kita memanfaatkan lahan yang ada untuk budidaya melon dengan sistem hidroponik,” ungkap Ervans. 

Target utamanya adalah memberikan bekal keahlian yang relevan dengan perkembangan zaman kepada warga binaan.

“Harapan kami, program ini terus berkelanjutan dan bisa menjadi contoh bagi unit lain dalam hal pemberdayaan warga binaan,” terang dia.

Varietas melon yang dikembangkan di rutan ini adalah Sweet Lavender.

Melon ini memiliki ciri khas daging buah berwarna oranye dengan tekstur renyah dan tingkat kemanisan yang mencapai 15 brix.

Meski dikelola di dalam ruangan terkontrol, cuaca ekstrem tetap menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola.

Terutama terkait kelembapan udara yang memicu pertumbuhan jamur pada tanaman.

Salah satu warga binaan yang menjadi pengelola greenhouse, Jawardi (31) menjelaskan, teknis perawatan yang dilakukan agar buah tetap dalam kondisi prima hingga masa panen tiba.

“Tantangannya cuma kalau hujan. Kalau hujannya agak banyak itu terjadinya jamur lebih cepat. Tapi kita juga menanggulanginya 2-3 hari sekali kita semprot sama obat,” jelas Jawardi.

Keberhasilan panen kali ini dibuktikan dengan ludesnya stok melon yang terjual kepada pengunjung tak lama setelah masa panen dibuka untuk umum. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wisata petik melon di rutan boyolali #greenhouse melon #rutan boyolali #inovasi