Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Belum Boleh Diekspos, Ini Bocoran Spek si Bejo, Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 18 Mei 2026 | 14:04 WIB
Proses penyembelihan sapi kurban bantuan presiden untuk Boyolali pada Iduladha 2025. (ISTIMEWA)
Proses penyembelihan sapi kurban bantuan presiden untuk Boyolali pada Iduladha 2025. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Penyaluran hewan kurban bantuan presiden (Banpres) dari Presiden Prabowo Subianto untuk wilayah Kabupaten Boyolali mulai menemui titik terang. 

Tim verifikasi pusat telah menjatuhkan pilihan pada seekor sapi berbobot raksasa dari peternak lokal.

Kehadiran sapi premium ini melanjutkan tradisi tahunan kepala negara dalam mendistribusikan berkah hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia guna merayakan Iduladha 1447 H.

Baca Juga: Warga Wonogiri Meninggal dengan Kondisi Tak Wajar di Kota Solo, Keluarga Sebut Sudah Lapor Polisi tapi Responsnya Begini

Sapi Banpres yang terpilih untuk merepresentasikan Kabupaten Boyolali tahun ini merupakan primadona berjenis Brahman yang diberi nama "Bejo".

Bejo memiliki rekam jejak perawatan yang sangat baik di bawah pengawasan peternak asal Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Dengan usia yang telah menginjak 3,5 tahun, Bejo sukses mencatatkan performa fisik yang mengagumkan dengan bobot 1,2 ton.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Ahmad Gojali menjelaskan, berdasarkan instruksi dari protokol Istana Negara, publikasi visual maupun detail pemilik sapi diproteksi secara ketat.

Hal tersebut dilakukan demi menjaga kenyamanan operasional dan sterilisasi hingga hari H pelaksanaan ibadah kurban bergulir.

“Sudah ada. Tapi sesuai arahan Setpres tidak boleh ekspose media sebelum hari H. Hanya diperbolehkan menyampaikan jenis sapi, berat sapi, umur sapi, dan asal sapi,” jelas Ahmad Gojali, Senin (17/5/2026).

Baca Juga: Hasil Otopsi RSU Bhayangkara Yogyakarta: Bayi yang Dibuang di Belangwetan Klaten Meninggal Akibat Dibekap

Dipilihanya Bejo tidak secara instan. Melainkan harus melewati proses kurasi klinis yang ketat bersaing dengan kandidat sapi-sapi jumbo lainnya dari berbagai kecamatan sentra ternak di Boyolali.

Tim kesehatan hewan bentukan kementerian dan dinas terkait memeriksa setiap detail fisik secara saksama.

Mulai dari keutuhan organ, simetrisasi tubuh, hingga status poel gigi geraham untuk memastikan keabsahan syarat syariat Islam sebagai hewan kurban.

Gojali memaparkan bahwa dari beberapa alternatif yang disodorkan oleh asosiasi peternak, hanya satu ekor yang memenuhi skor tertinggi penilaian tim penilai kepresidenan.

Baca Juga: Heboh di TikTok! Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full Durasi 6 Menit, Benarkah Settingan?

“Belum bisa di ekspose dulu sampai hari H, nanti hari H akan ada penyerahan dari bupati maupun wabup,” tambahnya.

Pihak dinas kini fokus memberikan pendampingan pakan serta suplemen vitamin berkala agar kondisi imun dan berat badan Bejo tidak mengalami penurunan selama masa karantina mandiri di kandang asal.

Program penyaluran sapi Banpres ini senantiasa dinantikan oleh warga Boyolali mengingat dampaknya yang langsung menyentuh pemenuhan gizi masyarakat di pelosok desa.

Sebagai perbandingan, pada perayaan Iduladha periode sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi jenis limosin bernama "Sodron" dengan bobot 1,03 ton dari kawasan Cepogo, yang kemudian diamanahkan penyembelihannya di wilayah Kecamatan Karanggede.

Baca Juga: Bocor! Tampang Toyota Fortuner 2026 Terbaru, Pakai Mesin Hybrid dan Fitur Canggih Bikin Penasaran, Calon Raja SUV Baru?

Untuk musim kurban kali ini, penentuan lokasi masjid atau wilayah yang akan menjadi tempat penjagalan dan distribusi daging Bejo masih digodok dalam rapat koordinasi internal bersama Setpres.

Pemkab Boyolali memastikan bahwa seluruh alokasi potongan daging dari sapi 1,2 ton tersebut nantinya diprioritaskan bagi kantong-kantong masyarakat yang berada dalam peta rawan stunting serta keluarga berpenghasilan rendah secara transparan. (fid)


Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sapi bantuan presiden #sapi brahman #Boyolali #hewan kurban #sapi kurban presiden