RADARSOLO.COM - Kecelakaan air memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Boyolali.
Seorang pemuda asal Kabupaten Purbalingga meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Kali Nepen, Dusun Hendrokilo, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Senin (18/5/2026) sore.
Korban yang tengah menghabiskan waktu sore bersama rekannya gagal menyelamatkan diri setelah tergulung arus bawah bendungan yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Baca Juga: Purbaya "Sapu" Pidato Prabowo 'Orang Desa Nggak Pakai Dolar', Benarkah Rakyat Butuh Dihibur?
Insiden memilukan ini menimpa David Arda Husah, 23, warga Karanggedang RT 19 RW 07, Karanggedang, Purbalingga.
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.45 saat korban bersama temannya memutuskan untuk mandi sekaligus bermain meluncur atau perosotan di struktur bangunan bendungan Kali Nepen.
Berdasarkan kesaksian rekan korban, Muh Nur Anwar (27), pemuda asal Banjarnegara, aktivitas mandi tersebut awalnya berjalan aman.
David sempat melakukan aksi meluncur dari atas bendungan beberapa kali tanpa kendala.
Namun, petaka muncul ketika korban meluncur untuk keempat kalinya. Tubuh David mendadak tersedot ke dalam pusaran air di bawah bendungan dan tidak kunjung muncul kembali ke permukaan jalan air.
Saksi yang panik langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Baca Juga: Penerima Jamban Sehat TMMD Kodim 0725 Sragen Tak Lagi BAB ke Sungai
Menyadari kondisi korban yang diduga terjebak di dasar bendungan, warga segera meneruskan laporan darurat ke markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali pada pukul 16.05.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan penyelamatan air (water rescue).
Penanganan dilakukan secara sinergis berkolaborasi dengan personel PMI, Mapolsek Teras, Babinsa, jajaran relawan Soloraya, serta warga setempat.
Setibanya di lokasi, tim selam langsung melakukan pemetaan dan menyelami titik pusaran air di bawah bendungan yang dicurigai menjadi lokasi tersangkutnya tubuh korban.
Langkah taktis ini membuahkan hasil. Dalam waktu yang relatif singkat, David ditemukan. Tapi sayang, pemuda itu sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: DPRD Karanganyar Desak Percepat Realisasi Sekolah Rakyat
“Setelah dilakukan penyelaman, korban berhasil ditemukan dalam waktu kurang lebih 10 menit. Saat diangkat ke permukaan, korban sudah meninggal dunia,” ujar Ari.
Ari menambahkan, proses pencarian korban di dasar Kali Nepen sempat diwarnai hambatan teknis pada peralatan penyelam.
Salah satu personel mengalami kebocoran pada baju selam atau Buoyancy Control Device (BCD).
Kendati demikian, kendala tersebut dapat diatasi dengan cepat.
Jenazah David Arda Husah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA) Boyolali untuk proses otopsi.
Berkaca dari kejadian ini, BPBD Boyolali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan bendungan.
Terutama yang memiliki arus deras dan kedalaman tidak merata. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono