Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SWI Gandeng DPRD Jateng Gelar “Ngopi Bareng” di Banyuanyar, Bahas Optimalisasi Lahan Pekarangan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:52 WIB
Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia dan DPRD Provinsi Jateng gelar forum diskusi santai “Ngopi Bareng” di Gedung IKM Banyuanyar, Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Jumat (22/5). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia dan DPRD Provinsi Jateng gelar forum diskusi santai “Ngopi Bareng” di Gedung IKM Banyuanyar, Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Jumat (22/5). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM–Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar forum diskusi santai “Ngopi Bareng” di Gedung IKM Banyuanyar, Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Jumat (22/5).

Kegiatan ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Mengangkat tema “Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Pemberdayaan Masyarakat”, forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara legislator, akademisi, praktisi, dan warga. 

Baca Juga: Tebar 100 Ribu Ekor Benih Ikan di Perairan WGM Gajah Mungkur, Dipastikan Bukan Spesies Asing dan Invasif

Tujuannya membahas strategi konkret penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan lahan pekarangan, sejalan dengan agenda nasional ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Tiga narasumber hadir dalam diskusi: Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, MBA, Akademisi dan Ketua Panitia HKPS 2026 & Munas SWI yang membahas strategi akademik pemberdayaan berbasis pekarangan produktif.

Komarudin, S.T., Praktisi Pertanian dan Pengembangan Desa yang memaparkan praktik lapangan optimalisasi pekarangan menjadi sumber pangan dan pendapatan keluarga.

Serta Endrianti Yunita Ningsih, SP, Anggota DPRD Jateng Dapil Boyolali–Magelang yang menjelaskan kebijakan dan dukungan anggaran DPRD Jateng untuk program ketahanan pangan berbasis desa.

Format diskusi dibuat santai namun substantif. Peserta berdialog langsung sambil menikmati kopi lokal Banyuanyar, menciptakan suasana cair antara warga, media, dan wakil rakyat.

“Ngopi Bareng” bukan sekadar ngobrol, tetapi forum menyatukan gagasan,” ujar Ketua SWI Boyolali, Supiyat Nasir.

Baca Juga: Umbul Gemuling Banyudono Boyolali Jadi Alternatif Wisata Air Alami Gratis

Menurut Supiyat, masukan dari diskusi akan dirangkum menjadi rekomendasi untuk DPRD Jateng dalam penyusunan program pemberdayaan desa 2027. 

“Desa Banyuanyar sudah membuktikan bahwa lahan pekarangan bisa jadi lumbung pangan dan pusat IKM kopi. Lewat forum ini, kami ingin model itu direplikasi ke desa-desa lain di Jawa Tengah,” katanya.

Tujuan lain kegiatan ini adalah menguatkan peran pers sebagai jembatan.

Baca Juga: Bawa 4 Ban Serep, Mbah Pur, Tukang Bangunan asal Cawas Klaten Umrah dengan Naik Sepeda

Menurutnya, wartawan hadir bukan hanya meliput, tetapi mengawal dan menyebarluaskan solusi yang lahir dari diskusi, sekaligus menginspirasi warga melihat potensi pekarangan rumah sebagai sumber pangan, gizi, dan ekonomi keluarga.

Acara dihadiri anggota DPRD Jateng, perangkat Desa Banyuanyar, kelompok tani, PKK, Karang Taruna, dan pelaku UMKM setempat. 

Panitia berharap lahir kesepahaman antara legislatif dan masyarakat tentang pentingnya regulasi yang berpihak pada pertanian keluarga, akses bibit, pendampingan, dan pemasaran. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sekretariat bersama wartawan indonesia #forum diskusi #dprd jateng #SWI