RADARSOLO.COM - Sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi / SPPG di Boyolali menghentikan operasionalnya.
Dari jumlah itu, 23 SPPG stop beroperasi karena pencairan dana top-up dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dilakukan.
Sedangkan 4 lainnya karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi syarat.
Baca Juga: Motor Matic Kawasaki Brusky 125 Bisa Dikredit, Cicilannya per Bulan Mulai Rp 704 Ribu
Hal itu disampaikan Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Boyolali M. Syawalludin, Kamis (18/6).
Dia mengatakan, dari total kurang lebih 194 SPPG yang ada di Boyolali, penerima manfaatnya sebanyak 284.117 anak.
“Ada 23 yang distop operasionalnya menyangkut proses pencairan top-up dananya dari BGN. Artinya belum cair, makanya dia stop,” jelas Syawalludin.
Saat ini pihaknya masih memonitor kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
Operasional SPPG juga dihentikan sementara saat libur sekolah.
“Misalkan ini hari libur, akan dihentikan operasionalisasi SPPG-nya. Informasi yang kami dapatkan ada evaluasi tata kelolanya,” tambahnya.
Baca Juga: Tidak Hanya di Kismantoro, MinyaKita Bau Minyak Tanah juga Ditemukan di Giriwoyo Wonogiri
Diketahui, terdapat 54 SPPG di Boyolali yang masih proses pembangunan.
Apakah dilanjutkan atau dihentikan? Syawalludin mengatakan akan berkoordinasi dengan Korwil Jawa Tengah.
“Jalur struktural memang langsung dengan BGN sama Korwil-nya. Kami nanti koordinasikan terkait hal ini. Sudahkah ada kebijakan-kebijakan baru yang menyangkut proses evaluasi hingga penyempurnaan tata kelola SPPG-nya,” bebernya.
Terkait daftar 27 SPPG yang berhenti beroperasi sementara, Syawalludin meminta wartawan mengecek ke Korwil. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono