RADARSOLO.COM-Momen libur sekolah sering kali memicu kecenderungan anak-anak untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan handphone.
Menyikapi fenomena itu, Rumah Yusi Rumah Kreatif di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali menginisiasi ruang aktivitas luar ruang berbasis seni kreativitas dan stimulus motorik fisik untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai.
Dengan memanfaatkan area halaman belakang rumah, sang pemilik, Yusi Kristiani, menyulap tempat tersebut menjadi lokasi pelatihan melukis dan ecoprint.
Baca Juga: Kenalkan Konsep Wisata Jalan Kaki, Ajak Peserta Plesiran Sambil Belajar Sejarah di Wonogiri
Kegiatan bertajuk Rumah Yusi Art Activity ini sengaja diorkestrasi pada hari kerja (weekdays) agar para orang tua yang bekerja tetap dapat memberikan kegiatan produktif bagi buah hati mereka tanpa mengganggu jadwal kantor.
"Karena itu, saya berinisiatif mengadakan satu kegiatan seni yang juga melibatkan aktivitas fisik seperti ecoprint, karena di sana anak-anak aktif bergerak memukul-mukul bahan alami," jelas Owner Rumah Yusi Rumah Kreatif, Yusi Kristiani, Jumat (3/7/2026).
Dalam kelas kreatif ini, para peserta anak-anak diperkenalkan dengan dua draf metode ecoprint:
-
Ecoprint Pounding: Teknik mengetuk serta memukul daun di atas media kain menggunakan palu kayu untuk mengeluarkan pigmen warna alami tumbuhan.
-
Ecoprint Steaming: Metode pengukusan kain untuk mentransfer corak daun secara permanen ke media kain.
Selain mengeksplorasi bahan alam, anak-anak diajak melukis menggunakan cat akrilik dengan media tas kain (tote bag) yang terbuat dari bahan baby canvas agar hasil karyanya dapat langsung dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Diminta ke DPD, Tri Haryadi Mundur dari Bursa Ketua Partai Demokrat Karanganyar
Yusi menyebut bahwa aktivitas seni ini juga memiliki fungsi terapi yang sangat baik bagi anak-anak.
Termasuk kelompok anak berkebutuhan khusus seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan autis yang membutuhkan sarana latihan fokus dengan melibatkan gerakan fisik.
"Salah satunya melalui ecoprint pounding. Kegiatan memukul-mukul daun itu mengasah motorik kasar mereka agar bisa fokus pada satu objek," terang Yusi.
"Menurut saya, ini bisa menjadi terapi melatih konsentrasi anak. Begitu juga dengan kegiatan melukis dan membatik. Semuanya adalah kegiatan seni yang melatih anak untuk belajar berkonsentrasi tinggi,” lanjutnya.
Program edukasi liburan untuk segmen anak-anak ini baru memasuki sesi pertama.
Di mana sejak awal masa libur sekolah pada 21 Juni lalu pihak rumah kreatif lebih banyak memfasilitasi kelas memasak untuk kelompok ibu-ibu.
Baca Juga: Sragen Utara Mulai Krisis Air, BPBD Kirim Bantuan Perdana ke Gesi
Merespons tingginya antusiasme publik, Rumah Yusi Rumah Kreatif berencana membuka tiga batch (angkatan) tambahan di Mojolegi, serta satu batch spesial yang akan diselenggarakan di Kota Solo.
Materi yang diajarkan dipastikan tetap konsisten pada bidang melukis, ecoprint, dan membatik, namun medianya akan dibuat bervariasi.
Pada angkatan ketiga nanti, media lukis direncanakan beralih menggunakan bucket hat atau topi agar produk yang dibawa pulang setiap angkatan berbeda-beda.
Kegiatan luar ruang ini mendapatkan sambutan positif dari para orang tua.
Salah satunya diungkapkan oleh Michelle, orang tua dari peserta bernama Marion asal Mojosongo, Boyolali.
Ia mengaku senang melihat putrinya mendapatkan pengetahuan baru serta bersemangat saat memukul-mukul daun dan melukis tas.
"Aktivitas di sini seru banget dan bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu anak-anak selama libur sekolah. Di sini anak-anak benar-benar bisa mengembangkan kreativitas seninya," kata Michelle. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono