Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balada Temon Dan Sipon: Rekaman Suara Jadi Senjata

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Ilustrasi Sipon merekam percakapan Temon saat diskusi dalam rumah tangga. (AI GENERATED)
Ilustrasi Sipon merekam percakapan Temon saat diskusi dalam rumah tangga. (AI GENERATED)

Advertisement

 

RADARSOLO.COM - Kemajuan teknologi bisa berdampak positif dan negatif.

Dampak negatifnya seperti dialami pasangan suami istri Temon dan Sipon, warga Kecamatan Banjarsari, Solo.

Advertisement

Gara-gara sering merekam omongannya saat debat kusir, Temon jatuhkan talak cerai ke Sipon.

Jalinan rumah tangga Temon dan Sipon berakhir di meja persidangan Pengadilan Agama (PA) Kota Solo.

Advertisement

Rumah tangga keduanya resmi berakhir setelah majelis hakim mengabulkan talak cerai Temon.

Gara-garanya kebiasaan Sipon yang suka merekam percakapan dan pertengkaran dengan Temon pakai handphone (HP). Ditemui usai sidang, Temon mengaku awalnya tidak mengetahui kebiasaan sang istri.

Namun lama-kelamaan dia menyadari, hampir setiap kali terjadi perbedaan pendapat, Sipon diam-diam mengaktifkan fitur perekam suara di HP-nya.

“Saya tahu HP-nya sering mengarah ke saya saat kami sedang berdebat, tapi dulu saya anggap biasa saja,” ujar Temon.

Setelah tahu omongannya direkam, Temon mulai galau. Saat ditanya, Sipon beralasan rekaman tersebut dibuat agar tidak ada pihak yang memutarbalikkan fakta.

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO

Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO

Majelis hakim Pengadilan Agama Kota Solo kabulkan talak cerai Temon kepada istrinya, Sipon, warga Kecamatan Jebres gara-gara terseret tren fear of missing out (FOMO).

Balada Temon dan Sipon: Candu Belanja Online

Balada Temon dan Sipon: Candu Belanja Online

Rumah tangga Temon dan Sipon, warga Kecamatan Banjarsari, Solo berujung perceraian gara-gara kencanduan belanja online.

Balada Temon Dan Sipon: Gara-Gara Video Prank

Balada Temon Dan Sipon: Gara-Gara Video Prank

Biduk rumah tangga Temon dan Sipon, pasutri asal Kecamatan Laweyan, Solo harus berakhir gara-gara konten video prank yang diunggah di media sosial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer