
RADARSOLO.COM - Kemajuan teknologi bisa berdampak positif dan negatif.
Dampak negatifnya seperti dialami pasangan suami istri Temon dan Sipon, warga Kecamatan Banjarsari, Solo.
Gara-gara sering merekam omongannya saat debat kusir, Temon jatuhkan talak cerai ke Sipon.
Jalinan rumah tangga Temon dan Sipon berakhir di meja persidangan Pengadilan Agama (PA) Kota Solo.
Baca Juga: Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO
Rumah tangga keduanya resmi berakhir setelah majelis hakim mengabulkan talak cerai Temon.
Gara-garanya kebiasaan Sipon yang suka merekam percakapan dan pertengkaran dengan Temon pakai handphone (HP). Ditemui usai sidang, Temon mengaku awalnya tidak mengetahui kebiasaan sang istri.
Namun lama-kelamaan dia menyadari, hampir setiap kali terjadi perbedaan pendapat, Sipon diam-diam mengaktifkan fitur perekam suara di HP-nya.
Baca Juga: Balada Temon dan Sipon: Candu Belanja Online
“Saya tahu HP-nya sering mengarah ke saya saat kami sedang berdebat, tapi dulu saya anggap biasa saja,” ujar Temon.
Setelah tahu omongannya direkam, Temon mulai galau. Saat ditanya, Sipon beralasan rekaman tersebut dibuat agar tidak ada pihak yang memutarbalikkan fakta.




