RADARSOLO.COM - Setelah melewati jeda waktu yang cukup panjang, fasilitas Pos Damkar di Kecamatan Wonosegoro segera diresmikan.
Unit armada truk damkar telah disiagakan di pos keempat tersebut.
Kehadiran pos damkar baru ini nantinya diproyeksikan secara khusus untuk meng-cover dan mempercepat jangkauan pelayanan di wilayah Boyolali utara.
Adapun cakupan wilayah tugasnya meliputi lima kecamatan, yakni Juwangi, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, dan Karanggede.
Baca Juga: Healing Sambil Berburu Buku? Ini 4 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Solo
Proses pembangunan fisik Pos Damkar Wonosegoro menelan dana APBD Boyolali senilai Rp 312 juta.
Pembangunan pos ini mulai dikerjakan pada Rabu (13/9/2025) dengan durasi pelaksanaan selama 90 hari, dan telah diproyeksikan selesai pada 18 Oktober 2025.
Kepala Satpol PP dan Damkar Boyolali Utatik mengungkapkan, Pos Damkar Wonosegoro baru saja selesai dipasangi fasilitas saluran air bersih dari jaringan PDAM.
Selain itu, beberapa instrumen alat pendukung operasional personel, seperti alat penangkap ular dan pemecah cincin, juga telah disiapkan di lokasi.
Menurut perhitungan Utatik, persentase tingkat kesiapan Pos Wonosegoro sudah menyentuh 70 persen.
Di lokasi tersebut, satu unit armada damkar dengan kapasitas 1.500 liter air juga sudah terparkir di pos.
“Tahun ini insya Allah akan kami resmikan. Akan tetapi, misal ada sesuatu, sudah siap digunakan, jadi di isi dulu,” jelas Utatik, Senin (6/7/2026).
Utatik menambahkan, saat ini pihak Satpol PP tengah melakukan proses perbaikan satu unit truk damkar lain dengan kapasitas 4.000 liter air untuk nantinya ikut disiagakan di Pos Damkar Wonosegoro.
Sebelum adanya pos baru ini, penanganan insiden kebakaran di wilayah Boyolali utara hanya mengandalkan kiriman unit armada bantuan dari Pos Klego.
Baca Juga: Link Cek Bansos PKH-BPNT Cair Juli 2026, Cukup Masukkan NIK di HP Lewat cekbansos.kemensos.go.id
Kabid Damkar Boyolali Supriyono memaparkan, saat ini ada tambahan delapan personel yang resmi masuk ke dalam jajaran Damkar Satpol PP Boyolali.
“Jumlah regunya masih sama, cuma nanti personelnya bertambah. Untuk posnya belum diresmikan, tetapi posnya sudah ditata,” terang Supriyono.
Personel baru tersebut akan dilebur dan digabungkan dengan personel lama untuk membentuk satu kesatuan regu utuh.
Langkah penggabungan ini diambil karena dinilai tidak memungkinkan jika harus menempatkan seluruh pegawai baru dalam satu grup yang sama tanpa adanya pendampingan senior.
“Kebakaran kan membutuhkan proses cepat untuk penanganan, sementara di wilayah utara belum ada pos yang menjangkau. Kalau di sana tidak ada pos nanti kami terlambat,” beber Supriyono.
Ditambahkannya, batasan waktu maksimal bagi petugas untuk bisa sampai di lokasi kejadian adalah 15 menit.
Sebab itu, eksistensi pos Damkar di wilayah utara sangat krusial.
Menurut Supriyono, karakteristik wilayah Wonosegoro dan Wonosamudro memiliki indeks risiko kebakaran yang cukup tinggi.
Hal ini dikarenakan mayoritas bangunan rumah tinggal warga di sana masih terbuat dari papan kayu, serta diperparah dengan banyaknya sebaran area hutan dan lahan kering.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menegaskan bahwa seremonial peresmian sekaligus pengoperasian Pos Damkar Wonosegoro akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Karena kita kan mau memulai musim panas ini, tentunya kita juga mengantisipasi kalau ada bencana-bencana yang terjadi di daerah sana,” pungkas Agus. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono