RADARSOLO.COM - Penanganan kasus pengiriman video tak senonoh oleh D, camat di Boyolali kepada mantan karyawan tempat usahanya terus bergulir.
Meskipun menurut pengadu D telah 2 kali mengirimkan video tak senonoh di hari yang sama, camat bersangkutan membantah keras hal itu dilakukan secara sengaja.
Menurut D, peristiwa tersebut murni ketidaksengajaan akibat salah kirim.
"Saya tidak berniat mengirimnya, itu salah kirim," kata D ditemui wartawan, Rabu (8/7/2026).
Dalam klarifikasinya, D menegaskan bahwa video tersebut hanya terkirim satu kali.
Dia menyebut waktu pengiriman video menjadi bukti tidak adanya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
"Oh, hanya satu kali. Kalau sampai dua kali, itu namanya bukan salah kirim melainkan ada unsur kesengajaan. Kalau salah kirim itu, ya hanya sekali. Mohon maaf ya," kata D.
D mengaku langsung menghapus video tersebut sesaat setelah menyadari kekeliruannya.
Karena mengira masalah sudah selesai, dia tidak langsung menyampaikan permohonan maaf saat itu juga.
Baca Juga: Gugup Saat Diperiksa Polisi, Pengedar Sabu di Slogohimo Wonogiri Buang Barang Bukti
Dia mengaku kurang dari 1 menit setelah video itu terkirim, D langsung menghapusnya.
“Saya pikir masalahnya sudah selesai dan tidak akan dilihat-lihat lagi, makanya langsung saya hapus. Waktu itu saya tidak langsung meminta maaf karena videonya sudah langsung saya hapus saat itu juga," beber D.
Namun, pengakuan camat D bertolak belakang dengan pernyataan pengadu, yakni TA, 19.
Kepada wartawan, TA menegaskan bahwa D, mengirimkan video tak senonoh sebanyak dua kali. Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Maret 2026.
Saat itu, TA masih bekerja di toko roti milik camat dan tengah berencana mengundurkan diri.
Namun, D meminta TA bertahan sementara untuk melatih karyawan baru.
Baca Juga: Membandel! Pendaki Abaikan Peringatan BPPTKG hingga Sultan HB X untuk Tidak Mendaki Merapi
TA mengaku menerima dua kiriman video melalui pesan pribadi sekitar pukul 12.00.
Setelah membuka isi pesan, TA terkejut mendapati isi video menampilkan si camat dalam kondisi tanpa busana.
"Tiba-tiba beliau ngirimin video 2 kali. Siang-siang jam 12-an. Saya buka videonya, isinya video porno," ujar TA saat ditemui awak media, Senin (6/7/2026).
Karena terkejut, TA awalnya berprasangka baik dan menduga terjadi kesalahan pengiriman.
Dia menunggu klarifikasi hingga malam hari. Namun tidak ada konfirmasi dari camat bersangkutan, sehingga pada malam harinya nomor camat diblokir.
"Saya nunggu dia konfirmasi, apa karena salah kirim atau bagaimana. Sampai malam tidak ada chat sama sekali. Malamnya saya blokir nomornya," jelas TA.
Setelah kejadian itu, TA menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak keluarga.
Keluarga kemudian melayangkan surat aduan resmi ke Pemkab Boyolali.
Menindaklanjuti aduan TA, Pemkab Boyolali memfasilitasi mediasi.
Menurut TA, sebelum mediasi, camat D justru memintanya untuk meminta maaf melalui pesan.
Baca Juga: Tiga Hari Sebelum Kecelakaan, Youtuber Andra ST Sempat Lunasi Kontrakan Sanggar Yatim Piatu
Bahkan kepala desa tempat TA tinggal juga dihubungi terkait permintaan maaf tersebut.
"Sebelum mediasi beliau malah ngancam. Saya disuruh minta maaf ke beliau. Katanya saya menjelek-jelekkan soal gaji. Bukannya menemui secara baik-baik, malah ke lurah saya," ungkapnya.
TA mengaku merasa direndahkan dan mengalami trauma psikis akibat kejadian tersebut.
"Ya takut. Orang kenalnya baik, tiba-tiba dikirimi video itu ya kaget. Merasa dilecehkan," pungkasnya.
Sementara itu, kasus ini telah ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali.
D menyatakan bahwa kedua belah pihak telah dipertemukan dalam forum mediasi resmi.
"Sudah ketemu. Kami sudah dimediasi oleh BKPSDM dan saya pun sudah meminta maaf kepada Mbaknya (TA)," ujarnya.
Dia menyebutkan bahwa agenda mediasi tersebut diakhiri dengan aksi saling bersalaman sebagai simbol penyelesaian formal.
Saat didesak mengenai apakah masalah tersebut benar-benar sudah selesai dan korban telah memaafkannya secara personal, D tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
"Kalau dari pihak saya, saya sudah meminta maaf. Perkara apakah beliau memaafkan dengan tulus di dalam hatinya, saya tentu tidak tahu. Yang jelas, beliau sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan saya," tuturnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono