
RADARSOLO.COM - Mengucap terima kasih memang sederhana, namun besar sekali dampaknya.
Karena dengan terima kasih, orang akan merasa dihargai.
Tak terkecuali di lingkup rumah tangga. Ucapan “sakti” inilah yang jadi penyebab utama peceraian Temon dan Sipon, warga Kecamatan Banjarsari, Solo.
Bukan karena persoalan ekonomi atau orang ketiga.
Rumah tangga Temon dan Sipon retak, gara-gara ada satu pihak yang merasa tidak dihargai.
Baca Juga: Balada Temon Dan Sipon: Rekaman Suara Jadi Senjata
Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Kota Solo kabulkan gugatan cerai yang diajukan Sipon, setelah mempertimbangkan hubungan dengan Temon tak lagi harmonis.
Ditemui usai sidang, Sipon mengaku sudah bertahun-tahun berusaha menjalankan perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin.
Baca Juga: Balada Temon dan Sipon: Korban FOMO
“Saya merasa semua pengorbanan dan usaha dianggap sesuatu yang biasa. Paling saya rindukan sebenarnya sederhana, hanya minta dihargai,” ujar Sipon.
Menurut Sipon, Temon hampir tidak pernah menghargai usahanya. Jangankan keputusan besar, hal-hal kecil saja Temon terkesan cuek.




