Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Kondisi Psikis Masih Terguncang, Mantan Karyawati yang Dikirimi Video Syur oleh Camat di Boyolali Didampingi DP2KBP3A

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:37 WIB
Ilustrasi video asusila
Ilustrasi video asusila

RADARSOLO.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Boyolali memberikan pendampingan psikologis intensif kepada korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum camat.

Kepala DP2KBP3A Boyolali Waluyo Jati menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penelusuran begitu menerima informasi bahwa korban adalah seorang perempuan berinisial TA, 19.

"Tugas utama kami adalah memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Berawal dari pemberitaan di media, kami langsung mengidentifikasi korban dan menawarkan bantuan pendampingan," ujar Waluyo Jati, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Masuki Edisi ke-12, AHM Gelar Honda Modif Contest 2026 di 9 Kota Besar Indonesia

DP2KBP3A Boyolali menemui TA Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan hasil asesmen pertemuan perdana tersebut, Waluyo menilai kondisi psikologis TA belum pulih sepenuhnya dan terpantau masih mengalami dampak trauma akibat insiden yang menimpanya.

Dari hasil pertemuan pertama tersebut, kondisi psikis TA masih terguncang.

Guna mempercepat proses pemulihan kesehatan mental, DP2KBP3A menyiagakan tim tenaga profesional khusus.

Yang mencakup psikolog klinis hingga psikiater. Langkah medis ini diharapkan dapat meminimalkan dampak trauma mendalam yang dialami korban.

Kendati demikian, Waluyo memberikan penegasan bahwa garis wewenang dari instansi DP2KBP3A sangat terbatas pada upaya pemulihan psikis.

Baca Juga: Bukan di Solo, Persiku Kudus Resmi Pilih Stadion Ini Jadi Markasnya di Liga 2 2026/2027

Serta pemenuhan hak perlindungan anak semata.

Terkait kelanjutan proses hukum maupun draf sanksi kepegawaian terhadap oknum pelaku, hal tersebut sudah berada di luar kendali dan otoritas DP2KBP3A.

"Fokus kami murni pada pendampingan agar kondisi korban kembali stabil. Mengenai bagaimana kelanjutan kasusnya atau sampai kapan prosesnya berjalan, itu di luar ranah kami. Tugas kami adalah mendampingi anak di bawah umur yang sedang terguncang ini agar bisa kembali beraktivitas normal di masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Bangkit dari Hasil Imbang, Kapten Timnas Indonesia U-17 Ungkap Kunci Kemenangan Garuda Muda atas Malaysia

Sebelumnya, TA mengaku telah melaporkan tindakan tidak terpuji oknum camat berinisial D ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali.

Tak berhenti di situ, TA juga melayangkan surat pengaduan resmi secara tertulis yang ditujukan kepada Bupati Boyolali, BKPPD, serta jajaran DPRD Boyolali sejak pertengahan April lalu. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#camat di boyolali #kondisi psikis #video syur #DP2KBP3A Boyolali #video tak senonoh