RADARSOLO.COM - Proyek peningkatan ruas Jalan Pandanaran di Kabupaten Boyolali dengan pagu anggaran Rp7,5 miliar dipastikan ditunda pelaksanaannya pada tahun anggaran 2026.
Kepastian itu disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali.
Menurutnya, pihaknya telah menerima surat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang diajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait penundaan proyek tersebut.
"Kami memang sudah menerima surat dari DPUPR yang diajukan kepada TAPD untuk menunda pelaksanaannya tahun ini," ungkap Gojali, Rabu (9/7).
Baca Juga: Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas
Ia menjelaskan anggaran Rp7,5 miliar tersebut rencananya akan dialihkan untuk pemeliharaan ruas jalan lain yang dinilai lebih mendesak.
Untuk alasan detail penundaan, Ahmad meminta dikonfirmasi langsung ke DPUPR.
Terkait kemungkinan proyek dilanjutkan tahun depan, Setda belum bisa memastikan.
"Apakah akan dilanjutkan tahun depan atau tidak, kami belum tahu pasti karena kami mengikuti arahan dari DPU serta bagaimana kebijakan anggaran dari TAPD nantinya," tutupnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Boyolali, Joko Prasetyo, membeberkan alasan penundaan Kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan Pandanaran ruas Susu Tumpah – Taman Pandan Alas.
Untuk sementara Pemeliharaan belum dilaksanakan karena dilakukan penyesuaian prioritas penanganan infrastruktur jalan.
“Ruas yang direncanakan ditangani sepanjang kurang lebih 300 meter sehingga dampaknya terhadap peningkatan kemantapan jalan kabupaten secara keseluruhan relatif kecil," ujar Joko, Jumat (10/7).
Selain itu, anggaran DPUPR juga terdampak efisiensi. Sehingga pihaknya lebih memprioritaskan ruas jalan kabupaten dengan tingkat kerusakan lebih tinggi dan penanganan lebih mendesak.
Joko menyebut pihaknya sudah bersurat ke Ketua TAPD Kabupaten Boyolali terkait pengalihan anggaran sebesar Rp7,5 miliar.
Anggaran tersebut direncanakan dialihkan untuk penanganan ruas jalan yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi jalan di daerah Sawit dan Cepogo.
Menurutnya, pengalihan ini diharapkan memberi manfaat lebih luas melalui peningkatan kemantapan jalan, memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Boyolali.
"Sampai saat ini belum terdapat arahan dari pimpinan maupun pembahasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan Pandanaran pada tahun anggaran berikutnya. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi, penetapan prioritas penanganan jalan, serta kemampuan keuangan daerah," tutupnya.
Bupati Boyolali, Agus Irawan mengatakan, terkait dengan pertanyaan mengenai proyek lanjutan simpang lima yang ditunda, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sekda (Sekretaris Daerah) beserta seluruh jajaran terkait.
“Kami harus melihat situasi keuangan daerah saat ini, sekaligus meninjau kondisi infrastruktur yang ada di daerah-daerah maupun di desa-desa.Oleh karena itu, hal ini baru saja kami diskusikan dan rapatkan kembali untuk dikoordinasikan. Apakah anggaran tersebut nantinya akan kita alihkan untuk perbaikan infrastruktur terlebih dahulu atau bagaimana langkah selanjutnya,” jelas Bupati.(Fid)
Editor : Nur Pramudito