Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Lewat Pertanian Melon Modern, Karang Taruna Winong Boyolali Berhasil Kembangkan Melon Hidroponik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:13 WIB
Lewat Pertanian Melon Modern, Karang Taruna Winong Boyolali Berhasil Kembangkan Melon Hidroponik  (Dok. Karang Taruna Desa Winong)
Lewat Pertanian Melon Modern, Karang Taruna Winong Boyolali Berhasil Kembangkan Melon Hidroponik (Dok. Karang Taruna Desa Winong)

RADARSOLO.COM -  Karang Taruna Desa Winong, Kecamatan Kemusu, berhasil memberdayakan pemuda desa melalui budidaya melon modern di dalam greenhouse.

Program kolaborasi dengan PLN ini menargetkan Desa Winong dikenal sebagai “Desa Melon”.

Saat ini, masa panen memasuki tahap kedua, Melati Sakti Farm binaan Karang Taruna menanam sekitar 500 pohon melon dengan lima varian baru, yaitu New Kinanti, Sweet Lavender, The Blues, Seakit Grow, dan Sunny.

Ketua Karang Taruna Desa Winong, Suarman, mengatakan penambahan varian dilakukan untuk memilih jenis paling optimal di tahap ketiga.

"Untuk tahap kedua ini memang kami tambah beberapa varian, agar untuk tahap ketiga nanti, kami bisa memilih jenis melon untuk kami maksimalkan. Jadi untuk yang tahap ketiga nanti, kami tetap memilih beberapa varian, enggak semuanya, agar kami lebih maksimal,” jelasnya.

Dari lima varian uji coba, New Kinanti dan Sweet Lavender terbukti paling cocok dengan kondisi tanah dan iklim Winong.

Tingkat keberhasilan panen saat ini tercatat mencapai 80 persen.

Selain bantuan sarana fisik, PLN juga memberikan pendampingan. Tahap pertama, anggota Karang Taruna dibekali pelatihan budidaya di Bapeltan.

Tahap kedua, pelatihan difokuskan pada manajemen keuangan agar usaha dikelola mandiri dan transparan.

Kedepan, Karang Taruna berencana membangun greenhouse tambahan di area selatan lahan dengan desain lebih modern.

Ekspansi ini ditandai dengan peletakan batu pertama tepat di sebelah greenhouse yang sudah berjalan.

"Dengan kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan pemuda desa, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian modern yang bisa direplikasi di wilayah lain," kata Suarman.

Dia juga mengajak generasi muda kembali ke sektor pertanian. Karena dengan tani, mereka bisa merasakan hasil. Mulai dari cara tanam, hingga panen.

“Untuk zaman sekarang anak muda jarang bertani. Ya kita giatkan bertani secara modern,” tutupnya.

Program tersebut mendapat dukungan PLN dan Pemkab Boyolali. Manajer PLN UIP JBTB, Ardo CH Situmorang, menyebut program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL ini sebagai wujud nyata peran PLN di luar kelistrikan.

"Ini adalah wujud nyata dari PLN selain mempersiapkan infrastruktur ketenagalistrikan, kami juga mendukung sosial ekonomi dan lingkungan di tengah-tengah masyarakat," ujarnya saat penyerahan bantuan beberapa waktu lalu.

Ardo menambahkan, melalui greenhouse dan pelatihan, PLN ingin memastikan petani Winong mampu mengelola usaha pertanian secara profesional dan berkelanjutan. 

PLN mendorong masyarakat khususnya di Desa Winong untuk dapat lebih kreatif, mengembangkan hidroponik, tanaman, dan teknologi pertanian.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Boyolali. Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Suyanta, menilai program ini sejalan dengan visi “Boyolali Kota Susu, Kopi, dan Melon”.

"Generasi petani itu tidak ada pembaharuan, sehingga dari PLN membantunya ke Karang Taruna ini agar nanti pemuda-pemuda ataupun petani milenial bisa berkembang. Karena petani sekarang ini maunya tidak kotor, tidak berat, sehingga masuknya di pertanian yang ada green house-nya," kata Suyanta.

Dia berharap model pertanian modern ini bisa menjadi contoh bagi desa lain di Boyolali, agar petani muda tetap mendapat hasil optimal tanpa harus bekerja berat di lahan terbuka.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Winong #Boyolali #Melon Hidroponik