Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Nguri-nguri Budaya di Alun-alun Kidul Boyolali, Festival Laras Rasa Larang Penggunaan Wadah Plastik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:48 WIB
Stan kuliner Festival "Laras Rasa" yang digelar di kawasan Alun-Alun Kidul Boyolali, selama dua hari, 11-12 Juli 2026. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Stan kuliner Festival "Laras Rasa" yang digelar di kawasan Alun-Alun Kidul Boyolali, selama dua hari, 11-12 Juli 2026. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkab Boyolali menggelar Festival "Laras Rasa" selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Juli 2026.

Bertempat di kawasan Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, festival kebudayaan ini menampilkan puluhan jenis makanan, minuman, hingga pentas kesenian tradisional khas Jawa.

Bupati Boyolali Agus Irawan menjelaskan, Festival Laras Rasa Boyolali tahun ini mengusung tema utama "Nguri-nguri Budaya, Lestarekke Rasa" atau Merawat Budaya, Melestarikan Rasa.

Baca Juga: Persis Solo Datangkan Sosok Pemimpin Baru di Lini Tengah

"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kami sangat berharap agar kesenian yang ada di Kabupaten Boyolali ini dapat terus kita lestarikan dan kita jaga bersama-sama," ujar Agus Irawan saat membuka acara secara resmi, Sabtu (11/7/2026) malam.

Ia berharap, dengan komitmen konsisten dari jajaran Pemkab dalam melestarikan budaya lokal, sektor kesenian di Boyolali akan tetap hidup, berkembang, serta dicintai oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Rangkaian agenda yang digelar dalam Laras Rasa Boyolali kali ini meliputi Festival Campursari, pameran produk UMKM Boyolali, wisata kuliner tradisional.

Ada pula penyediaan spot foto tematik, pasar jajanan jadul, area dolanan tradisional, hingga parade busana tempo dulu.

Sebanyak 12 grup musik campursari dijadwalkan tampil bergantian untuk menghibur masyarakat selama dua hari pelaksanaan dari sore hingga selesai.

"Kita juga menginginkan agar musik campursari serta kesenian-kesenian lain yang ada di Kabupaten Boyolali bisa mulai diminati oleh generasi muda atau generasi-generasi penerus kita," lanjut Agus Irawan.

Baca Juga: PBPI Kabupaten Boyolali Resmi Dikukuhkan, Siapkan Program Lapangan Padel Gratis

Agus menambahkan bahwa festival ini tidak sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan publik, melainkan memiliki dampak nyata pada penguatan sektor ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

"Ada pedagang kecil, produk-produk baru, serta jajanan-jajanan pasar khas desa yang mungkin sekarang kurang dikenal oleh anak-anak muda zaman sekarang," kata bupati. 

"Karena itu, melalui acara ini, diharapkan anak-anak muda bisa lebih mengenal kesenian serta jajanan tradisional desa masa lalu," lanjutnya.

Melalui pengenalan budaya ini, kesenian asli Boyolali diproyeksikan dapat dikenal lebih luas hingga ke luar daerah guna menarik minat wisatawan asing maupun domestik untuk berkunjung.

Baca Juga: SD dan SMP di Sawit Boyolali Susah Dapat Murid Baru, Masalah Klasik yang Belum Teratasi

Di lokasi acara, puluhan jenis kuliner tradisional seperti sego jagung, sego bancakan, gemblong, jadah, thiwul, corobikang, wedang ronde, wedang jahe, wedang uwuh, hingga jamu tampak berjejer di puluhan stan tenan yang tersedia.

"Kami berharap ke depannya acara seperti ini dapat terus diselenggarakan dari tahun ke tahun secara berkelanjutan. Dengan begitu, anak-anak muda bisa lebih mengenal dan menggali potensi besar dari kesenian ini, sehingga Kabupaten Boyolali benar-benar mampu menjaga seni budaya yang dimilikinya," pungkas Agus.

Wahyuni Nugraheni, salah satu anggota Komite Ekonomi Kreatif Boyolali menambahkan, pihak panitia menerapkan aturan ketat terkait aspek penyajian kuliner.

Baca Juga: Sempat Meredup, Sondokoro Kini Bangkit Lewat De'Tasikmadoe Heritage

Selama jalannya festival Laras Rasa, seluruh makanan yang disediakan oleh pedagang wajib menggunakan wadah non-plastik demi mempertahankan keotentikan makanan tersebut.

“Kita wajibkan semua tenan menggunakan wadah seperti yang orang dulu pakai, jadi cita rasa dan keotentikannya tetap terjaga,” tutur Wahyuni Nugraheni. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#festival laras rasa #wadah plastik #Boyolali #Bupati Boyolali Agus Irawan #kuliner tradisional