Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Atap Rusak Berat, Siswa SDN 2 Ketaon Boyolali Terpaksa Belajar di Musala dan Ruang Guru

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 13 Juli 2026 | 11:40 WIB
Atap Rusak Berat, Siswa SDN 2 Ketaon Boyolali Terpaksa Belajar di Musala dan Ruang Guru (Abdul Khofid/Radar Solo)
Atap Rusak Berat, Siswa SDN 2 Ketaon Boyolali Terpaksa Belajar di Musala dan Ruang Guru (Abdul Khofid/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri 2 Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali terganggu.

Sebanyak tiga ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian atap, sehingga tidak lagi aman untuk digunakan.

Kepala SDN 2 Ketaon, Wahyudi, mengungkapkan bahwa kerusakan struktur atap ini sebenarnya sudah berlangsung selama hampir satu tahun.

"Bagian kuda-kuda dan belandar (balok penyangga) sudah banyak yang putus. Selama enam bulan terakhir, atap terpaksa kami sangga menggunakan bambu," ujar Wahyudi, Senin (13/7).

Baca Juga: Krisis Siswa Baru di Boyolali: SDN Cepokosawit 2 Hanya Dapat 1 Murid pada Tahun Ajaran 2026/2027

Demi keselamatan para siswa, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk memindahkan aktivitas KBM ke ruangan lain yang masih layak. 

Saat ini, para siswa terpaksa menempati musala, ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Untuk perbaikan total, SDN 2 Ketaon telah mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp636 juta ke pemerintah pusat.

Pihak sekolah kini tengah menunggu kepastian pencairan dana bantuan tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, memastikan bahwa SDN 2 Ketaon telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan.

"Alhamdulillah, tahun ini sudah ada surveyor pendamping dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meninjau kondisi sekolah. Tujuannya agar SDN 2 Ketaon bisa mendapatkan dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk tahun anggaran 2026," jelas Kuncoro.

Sebagai solusi jangka pendek agar KBM berjalan lebih kondusif, Disdikbud Boyolali berencana memindahkan sebagian siswa ke SDN 1 Ketaon.

Perlu diketahui, saat ini SD N 1 Ketaon sudah kosong tidak digunakan, sebab termasuk dalam 48 sekolah yang diregruping Disdikbud Kabupaten Boyolali.

"Kami akan survei dan komunikasikan terlebih dahulu dengan pemerintah desa setempat agar sebagian ruang di SDN 1 Ketaon bisa digunakan sementara waktu, sambil menunggu proses rehabilitasi selesai," tambah Kuncoro.

Kuncoro melanjutkan, bahwa SDN 2 Ketaon merupakan satu dari 32 SD di Boyolali yang masuk dalam tahap revitalisasi tahun ini. 

Baca Juga: SD dan SMP di Sawit Boyolali Susah Dapat Murid Baru, Masalah Klasik yang Belum Teratasi

Dia tidak menampik bahwa jumlah ruang kelas yang rusak di Boyolali terbilang banyak, mengingat ada sekitar lebih dari 500 SD yang tersebar di wilayah tersebut.

Namun, proses pencairan dana dari pusat memang dilakukan secara bertahap.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Siswa SDN 2 Ketaon #Atap Sekolah Rusak #Boyolali #Kegiatan Belajar Mengajar