RADARSOLO.COM - Kebakaran melanda Gardu Induk PLN Ampel, Kabupaten Boyolali, Jumat dini hari (17/7/2026).
Kobaran api bersumber dari komponen incoming trafo dan sempat menyebabkan aliran listrik padam total di wilayah sekitar lokasi kejadian.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, petugas gabungan bergerak cepat menjinakkan api di area gardu yang masuk kategori rawan tersebut.
Insiden bermula sekitar pukul 00.45, sirine darurat yang dipasang di dalam area gardu induk meraung keras.
Petugas PLN yang sedang berjaga mendapati seluruh aliran listrik mati, mereka bergegas ke titik suara dan langsung melakukan tindakan penanganan awal.
Mereka mencoba memadamkan titik api secara mandiri menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebanyak 13 tabung.
Namun, kobaran api di bagian incoming trafo tersebut tidak kunjung padam.
“Akhirnya petugas laporkan ke Damkar Boyolali,” jelas Supriyono.
Proses pemadaman di area objek terbakar berlangsung mulai pukul 01.15 WIB hingga selesai.
Baca Juga: Patroli Karhutla, Polisi Sisir Pegunungan Gajah Mungkur Sukoharjo
Sesampai di lokasi, personel Damkar langsung melokalisasi pemadaman menggunakan APAR jenis powder sebanyak 2 tabung.
“Karena titik api masih ada, kemudian kami lanjutkan dengan penyemprotan air dari unit pompa. Tidak lama kemudian api berhasil dipadamkan,” lanjut Supriyono.
Proses penanganan di dalam lingkungan gardu induk harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Hal ini lantaran lokasi kejadian berkaitan erat dengan banyaknya jaringan listrik aktif yang bertegangan tinggi.
Baca Juga: Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Juara Eropa Tantang Sang Juara Bertahan
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Untuk kepastian penyebab utama kebakaran masih dalam tahap investigasi mendalam oleh pihak internal PLN.
Pihak Damkar turut mengimbau masyarakat luas agar segera melapor ke posko petugas jika melihat adanya percikan api atau gejala korsleting di fasilitas umum, terutama pada instalasi listrik.
"Jangan ragu melapor. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah api merambat lebih besar dan meminimalisir dampak pemadaman," pungkas Supriyono. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com