GSJA Immanuel Boyolali Sajikan 54 Jenis Olahan Singkong Bentuk Angka 81 di Momentum Kemerdekaan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Jemaat Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali menggelar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026) petang. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Jemaat Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali menggelar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026) petang. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM— Suasana kebersamaan dan rasa nasionalisme menyelimuti kawasan Jalan Pandanaran, Boyolali.

Jemaat Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali menggelar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026) petang.

Aksi utama dalam perayaan ini ditandai dengan pengibaran serta pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di sepanjang jalur Jalan Pandanaran.

Baca Juga: Garuda Pertiwi Tancap Gas di Srikandi Merdeka Cup, Putri Nusantara Malah Tak Bertaji: Klub Asal Solo Raya Kirimkan Wakilnya

Usai pembentangan bendera, seluruh jemaat dan masyarakat yang hadir menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat.

Pendeta GSJA Immanuel Boyolali, Khrishandikan mengungkapkan, selain pembentangan bendera raksasa, kemeriahan acara juga diwarnai dengan unjuk kebudayaan lokal melalui penggunaan aneka pakaian adat nusantara oleh para peserta sebagai simbol keberagaman bangsa.

Di samping itu, panitia menyajikan kearifan lokal berupa festival kuliner tradisional.

Menghadirkan sebanyak 54 jenis jajanan olahan berbahan dasar singkong kepada para tamu dan jemaat. 

Menariknya, 54 jenis olahan singkong tersebut disusun membentuk susunan angka 81 yang melambangkan usia perayaan kemerdekaan tahun ini.

“Angka 54 ini melambangkan usia berdiri GSJA Immanuel Boyolali, yang dirangkaikan dalam susunan kolase membentuk angka 81 sebagai simbol usia Kemerdekaan RI,” jelas Khrishandikan.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Bali United di Liga 1: 5 Pemain Baru Merapat ke Bali United, Asing Baru Dari Belanda hingga Thailand Gabung

Pemilihan bahan dasar singkong bukan tanpa alasan.

Pihak panitia mengajak masyarakat mengingat kembali rekam jejak perjuangan para pahlawan terdahulu yang berjuang dalam kesederhanaan, termasuk saat mengonsumsi bahan pangan lokal.

Humas Kepanitiaan Suharto menjelaskan,  agenda ini diselenggarakan untuk mempererat tali persatuan dan kesatuan antarwarga.

Baca Juga: BEM UI Gelar Demo Hari Ini di Bundaran HI, Apa Saja Isi 8 Tuntutan yang Disuarakan?

Tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, ras, gender, maupun status sosial.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengangkat nilai kebhinekaan. Kami mengenang jasa para pahlawan dan berkomitmen sebagai warga gereja sekaligus warga negara untuk mendukung penuh pemerintah demi Indonesia yang maju, adil, dan makmur," ujar Suharto. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Jemaat Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali kemerdekaan hut ri