RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali merealisasikan program bantuan seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis bagi peserta didik baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.
Pada tahap awal, distribusi dilakukan di dua wilayah, yakni Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Boyolali.
Bupati Boyolali, Agus Irawan menjelaskan, program unggulan ini dihadirkan untuk meringankan beban finansial para orang tua.
Sekaligus menggenjot motivasi belajar para siswa di awal tahun ajaran.
Baca Juga: Asah Keterampilan Pengawalan Big Bike, Ditlantas Polda Jateng Gandeng Astra Motor Jawa Tengah
"Ini menjadi salah satu program unggulan kami. Alhamdulillah hari ini sudah mulai kita bagikan," ujar Agus Irawan, Jumat (28/8/2026).
"Semoga bantuan ini menjadi penyemangat anak-anak untuk terus belajar dan sedikit banyak mampu meringankan beban ekonomi para wali murid," imbuhnya.
Melalui program ini, setiap siswa baru menerima alokasi tiga stel seragam utama. Terdiri dari:
- Seragam nasional (Merah-Putih SD / Biru-Putih SMP), Pramuka, dan Batik
- Serta paket berisi 11 LKS untuk menunjang pembelajaran selama satu tahun ajaran.
Guna menjalankan program tahap pertama ini, Pemkab Boyolali menggelontorkan anggaran mencapai hampir Rp5 miliar untuk tingkat SD dan Rp5,7 miliar untuk tingkat SMP.
Adapun rincian berdasarkan unit cost sebagai berikut:
- Tingkat SD dialokasikan Rp502.000 per murid (Rp463.000 seragam dan Rp39.000 LKS)
- Tingkat SMP dialokasikan Rp541.600 per murid (Rp422.500 seragam dan Rp119.100 LKS)
Baca Juga: Beraksi hingga 9 Kali, Polres Boyolali Ringkus 2 Pelaku Curanmor
Meskipun batas akhir kontrak kerja jatuh pada Oktober, Pemkab menargetkan distribusi ke seluruh sekolah di kecamatan lain dapat dipercepat.
"Target utama dalam kontrak memang Oktober, tetapi kami upayakan pertengahan hingga akhir September seluruh distribusi ke sekolah-sekolah di semua kecamatan sudah rampung," ungkap bupati.
Fasilitas Garansi Ukuran dan Rencana Perluasan
Khusus seragam SD yang dibagikan dalam bentuk pakaian jadi, Pemkab memberikan kemudahan berupa masa garansi penukaran selama satu minggu jika terdapat ketidaksesuaian ukuran.
Baca Juga: Rekap Pemain Baru Sumsel United di Bursa Transfer Liga 2: Eks Persis Solo dan Winger Jepang Merapat
Mengingat 2026 merupakan tahun perdana pelaksanaan, Pemkab Boyolali akan mengevaluasi kemampuan APBD guna menjajaki peluang perluasan program ke madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
"Kami akan kalkulasi kemampuan anggaran daerah dan berdiskusi dengan DPRD. Jika disetujui, harapannya program ini bisa diselenggarakan secara menyeluruh agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Boyolali," tambah Agus.
Bupati mengimbau orang tua atau wali murid baru tidak terburu-buru membeli seragam secara mandiri sebelum bantuan resmi diserahkan.
Sementara itu, dalam penyerahan seremonial di SD Negeri Siswodipuran dan SMP Negeri 2 Boyolali, para siswa nampak antusias menyambut pembagian paket bantuan tersebut. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com