RADARSOLO.COM-Komitmen menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus digelorakan berbagai elemen masyarakat.
Terbaru, Yayasan Jama’ah Haji Klaten menyalurkan donasi sebesar Rp 9,9 juta kepada BPJS Kesehatan Cabang Boyolali pada pertengahan Agustus 2026.
Bantuan itu dialokasikan khusus untuk membayarkan tunggakan iuran para peserta JKN yang membutuhkan.
Penyaluran donasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memulihkan status kepesertaan aktif warga.
Sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat berbasis semangat gotong royong.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengapresiasi langkah dan kepedulian yang ditunjukkan Yayasan Jama’ah Haji Klaten tersebut.
Menurutnya, jaminan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan BPJS Kesehatan.
Tetapi membutuhkan sinergi serta keterlibatan aktif mitra maupun badan usaha.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan partisipasi Yayasan Jama’ah Haji Klaten. Dukungan seperti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Deddy.
Baca Juga: Tingkatkan Standar Pelayanan JKN, BPJS Kesehatan Implementasikan Program Customer eXcellence 126
Sementara itu, Ketua Yayasan Jama’ah Haji Klaten Rofiq Muttaqien menegaskan aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen yayasan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap mendapatkan kepastian akses layanan kesehatan.
“Donasi ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen nyata dari kami untuk turut mendukung keberlangsungan Program JKN. Kami ingin menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan perlindungan kesehatan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelas Rofiq.
Rofiq berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para peserta JKN yang menunggak akibat kendala finansial.
Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu memicu kepedulian lembaga, badan usaha maupun instansi lain di Klaten dan sekitarnya untuk turut mengambil peran serupa.
“Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com