"Aplikasi Peduli Lindungi ini kan ditujukan kepada masyarakat yang sudah divaksin. Minimal sudah vaksin pertama. Jadi simulasi ini sekaligus sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat saat nanti SGM sudah beroperasi normal," beber General Manager SGM Bambang Sunarno kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (23/8) siang.
Simulasi masuk mal ini sesuai aturan dari Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Pusat dan pemerintah yang dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021. Disebutkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi wajib bagi pengunjung dan karyawan mal. Tujuannya, skrining saat memasuki mal.
"Selama simulasi tidak ada kendala yang berarti. Masyarakat, karyawan, dan mitra tenant sudah men-download aplikasi Peduli Lindungi. Hanya saja, ada beberapa yang belum mengisi identitas seperti NIK dan lain sebagainya. Untuk kasus itu, bisa kami bantu," sambungnya.
Untuk mengikuti simulasi ini, pengunjung cukup men-download aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian mendaftarkan diri. Setelah berhasil login, pengunjung bisa langsung menggunakan aplikasi tersebut. Dengan cara scan barcode yang sudah disediakan di tiap pintu masuk mal.
"Tunjukkan bukti check in ke security yang bertugas. Jika sudah selesai berbelanja, gunakan pintu keluar sesuai saat tadi melakukan check in," jelas Public Relations SGM Officer Ni Wayan Ratrina.
Ina, sapaan akrabnya, menambahkan SGM memiliki enam pintu masuk. Yakni basement, lobby utama, lobby barat, lift panoramic lantai 4, lantai 4, dan lantai 4a. Seluruhnya terpasang QR Code yang bisa diakses seluruh masyarakat dan karyawan.
"Simulasi hanya dilakukan hari ini saja. Harapannya dengan simulasi ini masyarakat dapat mengetahui informasi tentang adanya aturan baru saat masuk mal menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," pungkasnya. (aya/ria) Editor : Syahaamah Fikria