"Hari ini (kemarin) operasional uji coba. Jadi kecepatannya bukan seperti saat operasional resmi nanti. Dari sisi ketepatan waktu, uji coba kali ini tidak ada masalah. Karena lintas Solo Balapan-Palur sudah double track. Kecepatan juga bisa disesuaikan dengan yang diinginkan pihak KRL, sekitar 90 kilometer (km)/jam," beber Direktur Utama Kereta Commuter Indonesia (KCI) Roppiq Lutfi Azhar usai uji coba KRL relasi Solo Balapan - Palur, kemarin (25/6).
Roppiq menyebut headway atau waktu antara KRL relasi Solo Balapan-Palur sama seperti relasi Solo-Jogja. Sekitat 50-60 menit. Sebab KRL Palur ini terusan dari Stasiun Solo Balapan. Yang awalnya hanya berhenti sampai di Stasiun Solo Balapan, kini berlanjut sampai ke Stasiun Palur. Sebelumnya, berhenti juga di Stasiun Solo Jebres.
"Diaktifkannya kembali dua stasiun, Solo Jebres dan Palur ini bentuk kolaborasi dibangunnya infrastruktur oleh pemerintah lewat Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA), dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah. Proyek pengembangan Solo Balapan sampai Palur dilakukan sejak 2020 sampai sekarang. Panjangnya 6,8 km," urainya.
Dengan perpanjangan jalur KRL sampai Stasiun Palur, baik KCI maupun KAI sebagai operator memasang target peningkatan okupansi sekitar 11 persen. Dengan okupansi rata-rata KRL Solo-Jogja sebesar 45 persen di luar peak hour. Namun jika di jam-jam padat, bisa mencapai 100 persen.
"Potensi bangkitan KRL Palur kalau dilihat dari data penumpang Prameks pada 2012 sekitar 11-12 persen. Atau sebanyak 500-600 penumpang per hari. Kami memprediksi jumlah volume pengguna KRL tiap hari di Stasiun Solo Jebres sebanyak 522 penumpang, sedangkan volume pengguna KRL di Stasiun Palur sebanyak 798 penumpang per hari," terang Roppiq.
Saat ini, rata-rata volume pengguna KRL Solo-Jogja pada hari kerja sebanyak 12.871 penumpang per hari. Sedangkan untuk rata-rata volume pengguna KRL Solo - Jogja pada akhirnya pekan atau hari libur sebanyak 16.038 penumpang per hari.
Dengan rencana pengoperasian perpanjangan perjalanan KRL hingga Stasiun Palur, diprediksi penambahan penumpang KRL sebesar 12 persen pada hari kerja, dan kenaikan 11 persen pada hari libur atau akhir pekan.
"Harapannya, penumpang KRL Palur tidak hanya dari Karanganyar. Tapi juga dari Sragen dan kota lain yang tadinya harus ke Stasiun Solo Balapan. Sekarang bisa lewat Stasiun Palur. Nanti kami jalankan 20 KA tiap hari," ujarnya.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jabagteng Putu Sumarjaya menambahkan, usai perpanjangan elektrifikasi sampai Palur, rencananya bakal fokus perpanjangan ke arah selatan. Dari Jogja ke Kutoarjo. Target mendatang juga dilakukan elektrifikasi ke Sragen dan Madiun sesuai arahan menteri perhubungan.
“Dari masterplan, sudah ready ke arah Kutoarjo. Kemudian nanti ke arah Sragen dan Madiun. Bertahap. Sekarang total panjang elektrifikasi dari Jogja ke Solo Balapan kurang lebih 30 km. Dari Jogja ke Kutoarjo, sekitar 50 km," sambungnya.
Putu membocorkan, akan ada teknologi hybrid untuk sarana KRL. Sistemnya, pada saat rute elektrifikasi sedang charging bisa dilanjutkan di rute-rute yang tidak dielektrifikasi tapi sarananya sudah menggunakan KRL.
"Tapi dari masterplan awal, elektrifikasi sampai Solo Balapan, Sragen, dan Madiun. Setelah itu dari Solo, Jogja, Wates, dan Kutoarjo," imbuhnya.
Selain elektrifikasi jalur KA, kata Putu, pihaknya sedang melanjutkan pembangunan fasilitas penunjang operasional perjalanan KRL. Seperti depo, gardu listrik, pembangunan jalur rel KA, serta revitalisasi stasiun Solo Jebres dan Stasiun Palur untuk menunjang pelayanan penumpang KA. Khususnya penumpang KRL.
Setelah dilakukan revitalisasi stasiun, saat ini, Stasiun Palur memiliki lima jalur KA yang dilengkapi dengan peron tinggi untuk memudahkan penumpang KRL saat naik dan turun dari KRL.
“Stasiun Palur saat ini juga telah dilengkapi dengan persinyalan elektrik untuk pelayanan operasional perjalanan KA. Untuk fasilitas pengguna di Stasiun Palur sudah dilengkapi lima gate elektronik untuk transaksi pembayaran tiket KRL, fasilitas pelayanan pengguna, serta area parkir yang cukup luas. Sedangkan untuk fasilitas pengguna di Stasiun Solo Jebres sudah dilengkapi tiga gate elektronik untuk transaksi pembayaran tiket KRL," urainya. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram