Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, proses akuisisi ini merupakan wujud komitmen BRI yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan jasa keuangan terintegrasi. Salah satu upayanya adalah optimalisasi jasa manajemen investasi pada ekosistem BRI melalui DIM.
“Melalui transaksi ini, kepemilikan BRI pada DIM akan menjadi mayoritas sebesar 65 persen saham, yang menyebabkan pengambilalihan atas DIM,” tutur Sunarso.
Dia menambahkan, transaksi masih bergantung pada pemenuhan syarat-syarat antara lain persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami berharap transaksi ini dapat difinalisasi pada Q3 2022,” imbuhnya.
Industri manajemen investasi di Indonesia diproyeksikan akan terus bertumbuh selama 5 tahun ke depan. Selain itu, tingkat pertumbuhan Asset Under Management (AUM) DIM tercatat lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pasar.
Ke depan, pengembangan DIM akan lebih difokuskan pada segmen ritel dengan menyediakan solusi jasa keuangan yang lengkap dan terintegrasi bagi nasabah BRI Group.
Saat ini, BRI telah memiliki sembilan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. Di antaranya Bank Raya, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Ventura, BRI Insurance, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria