Staf Pembinaan Ekonomi di Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim Annisa Hud Alaydrus menyebut Pupuk Kaltim senantiasa mendorong UMK binaannya untuk naik kelas. Mulai dari pendampingan soal pembukuan keuangan dalam produksi, sampai menyusun standar operasional prosedur (SOP). Tujuannya, agar UMK binaan tersebut berhasil mencapai tahap SNI. Saat ini, sudah ada lima produk UMK binaan Pupuk Kaltim yang sudah ber-SNI. Yakni Batik Kuntul Perak, Batik Beras Basah, Pempek Kenanga, Abon Jaya Mandiri, dan Amplang Sido Mulyo.
“Kami bawa semua produk-produk itu di pameran IQE kali ini di Solo. Targetnya, masyarakat luas semakin mengenal produk Pupuk Kaltim. Termasuk produk UMK binaannya. Bahwa kami punya UMK lokal yang sudah ber-SNI. Kualitas produknya baik, layak dikenal masyarakat. Terutama di Kota Solo,” ujarnya.
“Sebenarnya untuk UMK, stempel SNI untuk produk pempek bukan kewajiban, karena SNI-nya masih bersifat sukarela. Tapi kami dari Pupuk Kaltim mendorong supaya mereka meningkatkan kualitasnya. Dengan mendapatkan SPPT SNI, otomatis produknya sudah diakui ber-SNI. Jadi konsumen lebih percaya, dan kualitas produk terjaga,” sambungnya
Sementara itu Owner Pempek Kenanga Dewi Malicha mengatakan, dia sudah hampir tujuh tahun menjadi UMK binaan Pupuk Kaltim. Dia mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim yang membantunya mendapatkan stempel SNI.
“Karena kami sudah melalui proses sertifikasi halal dan BPOM, jadi cepat saja mendapat SNI. Tinggal melengkapi saja. Prosesnya mulai tahun lalu. Sebenarnya tidak butuh waktu lama, hanya saja saat itu sempat terkendala pandemi Covid-19,” bebernya.
Dewi mengklaim ada peningkatan penjualan yang pesat usai produknya ber-SNI. Bahkan produknya diterima di minimarket dan pasar modern lantaran sudah beridentitas SNI. Menurutnya, produk ber-SNI lebih direspons positif oleh konsumen. Khususnya segmen generasi muda yang sangat concern terhadap identitas produk.
“Konsumen milenial sekarang kalau beli produk harus ada label lengkap mulai dari halal, BPOM, sampai SNI. Kalau tidak ada, mereka bakal memilih produk lain yang ada identitas lengkap. Jadi produk kami yang sudah ber-SNI ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan. Di pameran ini, antusias konsumen Solo sangat tinggi,” pungkasnya. (aya/nik) Editor : Damianus Bram