Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bank Indonesia Solo: QRIS Mulai Digunakan di Pasar Tradisional

Damianus Bram • Selasa, 16 Mei 2023 | 15:10 WIB
PRAKTIS: Pembeli dan penjual di Pasar Gede bisa bertransaksi menggunakan QRIS. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
PRAKTIS: Pembeli dan penjual di Pasar Gede bisa bertransaksi menggunakan QRIS. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Bank Indonesia (BI) Solo menilai penggunaan QRIS di Kota Bengawan semakin membudaya. Masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi nontunai di mana pun.

Bahkan saat berbelanja di pasar tradisional. Ini menjadi bukti digitalisasi pada sistem keuangan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Bahkan pertumbuhannya lebih cepat daripada dengan cara konvensional. Karena digitalisasi sekarang tidak hanya menyasar di kalangan muda dan modern. Tapi juga diterapkan di pasar tradisional," ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Nugroho Joko Prastowo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Menurutnya, masyarakat mulai merasakan benefit menggunakan QRIS dalam bertransaksi. Yakni cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Kendati awalnya penggunaan QRIS baru marak saat pandemi Covid-19, namun sampai saat ini BI Solo terus mendorong digitalisasi ini tetap dilakukan.

"Sebab dengan penggunaan QRIS, lebih aman. Pedagang terhindar dari risiko menerima uang palsu. Bahkan tidak perlu menyiapkan uang receh untuk kembalian. Maka kami terus dorong penggunaan QRIS ini," sambungnya.

Salah satunya, penggunaan QRIS di Pasar Gede. Sebagai pasar wisata di Kota Solo, para pedagang di sana wajib menerima kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ketua Kadin Indonesia, M. Arsjad Rasjid saat berkunjung ke Kota Solo akhir pekan lalu mengatakan Pasar Gede siap memperluas market konsumen dengan penerapan QRIS.

"Sekarang ini eranya digitalisasi. Transaksi tidak lagi pusing-pusing menggunakan uang tunai. Cukup pakai QRIS. Ini juga memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo," bebernya saat meninjau di Pasar Gede, Jumat (12/5).

Arsjad menyebut penggunaan QRIS juga bisa menggaet konsumen wisatawan mancanegara di ASEAN. Memudahkan wisatawan mancanegara untuk tetap bisa bertransaksi tanpa harus membawa uang Rupiah. Presiden Joko Widodo bahkan mendukung penggunaan QRIS di beberapa negara ASEAN lainnya.

"Itu yang kami coba garap. Kami melihat para pedagang Pasar Legi sudah banyak menerapkan QRIS," pungkasnya. (aya/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#QRIS #Pembayaran QRIS #BI Solo #Bank Indonesia Solo #QRIS di Pasar Tradisional