RADARSOLO.COM - Grand Mercure Solo Baru mulai menampakkan wajah barunya usai melakukan renovasi besar-besaran di sejumlah fasilitas seperti ballrom, resepsionis, restoran, dan beberapa kamar hotel.
Grand Mercure Solo Baru resmi diperkenalkan menjadi bagian dari Accor Group sejak Agustus 2022. Renovasi tersebut merupakan bagian dari rebranding hotel yang telah naik level menjadi bintang lima.
Assistant Marcom Manager Grand Mercure Solo Baru Christina Sasa mengatakan, pembenahan fasilitas pendukung tamu tersebut akan terus berlanjut. Menyambut relaunching Grand Mercure Solo yang direncakanan tahun depan.
"Renovasi masih berjalan terus. Saat ini mulai masuk bagian kamar lantai tiga dan empat, selanjutnya secara bertahap. Untuk target tahun depan kalau bisa selesai," tutur Sasa.
Renovasi fasilitas yang telah rampung salah satunya adalah bagian Ballroom. Seluruh kelengkapan mulai karpet hingga gagang pintu di Ballrom telah diperbarui. Kini, wajah baru Ballroom bisa dipakai untuk event tamu seperti pertemuan maupun wedding. Di samping itu, bagian restoran hotel juga tampak diperbarui dengan hiasan ornamen-ornamen lokal.
"Ballroom sudah selesai sejak Juli kemarin dan bisa dipakai acara tamu. Untuk restoran kami juga sudah bisa menyediakan paket booking acara private," imbuh Sasa.
Lebih lanjut, Sasa mengatakan, seluruh pembaruan tersebut dilakukan Grand Mercure Solo Baru dengan standarisasi dari Accor Group sendiri. Di mana pihaknya mengusung tema local culture di setiap sudut interiornya.
"Kita memang mengedepankan Local Culture. Khususnya karena berlokasi di Solo. Maka interior pasti ada unsur Jawa Tengah seperti motif batik, rotan, anyaman, dan sebagainya," sebut dia.
Bukan hanya merenovasu dari sisi interior. Rupanya Grand Mercure Solo turut menambah fasilitas untuk tamu seperti Shopping Market yang terletak di lobby hotel. Grand Mercure Solo bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung program 'UMKM Naik Kelas'.
"Jadi beberapa produk lokal UMKM yang sudah dikurasi dan layak kita pajang, seperti batik, anyaman, kriya dan sebagainya," tutur Sasa.
Sasa melanjutkan, selain melakukan pembaharuan terhadap fasilitas hotel. Pihaknya juga tengah menggencarkan rebranding melalui program-program terbaru. Seperti kampanye 'Go Green' dan 'No Single Use Plastic'. Sasa mengatakan, amenitas Grand Mercure Solo Baru telah berganti menggunakan bahan kertas dan kayu. Selain itu, beberapa program tahunan berupa event komunitas masyarakat juga tengah pihaknya rencanakan.
Tantangan Adaptasi
Sasa tak memungkiri, adanya transformasi hospitality industry ini turut berpengaruh pada aspek manajerialnya. Perempuan berusia 31 tahun itu mengatakan, tantangan terberat adalah menjaga kenyamanan para tamu di tengah renovasi. Dia ingin memastikan, pembangunan dilakukan secara efektif dan efisien.
"Kami mengupayakan untuk renovasi tidak menganggu para tamu. Jadi di malam hari tidak ada pembangunan. Selain itu, kami juga mengosongkan seluruh kamar di sela-sela lantai yang dibangun," imbuh dia.
Sasa juga mengatakan, adanya pembangunan turut berpengaruh pada okupansi hotel. Meski menurun, kata Sasa, hal itu terjadi tidak terlalu signifikan. Selanjutnya, Sasa juga berharap dengan adanya wajah baru di Grand Mercure Solo dapat meningkatkan revenue hotel. Pula, menjamin kenyamanan para tamu dalam menikmati fasilitas di Grand Mercure Solo Baru. (ul)
Editor : Damianus Bram