Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Es Kristal Mulai Langka, Penjual Batasi Pembelian

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 13 Oktober 2023 | 17:44 WIB
DIBURU: Karyawan agen es kristal di Kelurahan Jebres tengah memasukan stok esnya.
DIBURU: Karyawan agen es kristal di Kelurahan Jebres tengah memasukan stok esnya.

RADARSOLO.COM – Cuaca panas ekstrem membuat persediaan es kristal di Kota Bengawan sukar dicari. Itu lantaran permintaan es meningkat pesat, tetapi produksinya urung mencukupi. Alhasil, banyak tempat agen es kristal yang kehabisan stok penjualan.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, persediaan agen es kristal 'Usaha Jaya' di Kelurahan Jebres tampak melompong sebelum tengah hari, kemarin. Jokowi, sang pemilik agen mengatakan, sejak seminggu terakhir ini es kristal per harinya ludes dibeli.

"Bisa sampai tiga ton atau 300 pack bisa habis tiap hari. Karena banyak yang pesan dan beli," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/10).

Joko mendapat kiriman es kristal dari lima distributor yang berbeda. Kiriman biasa datang pada pagi dan sore hari, meski begitu tak sampai dua jam persediaan es milik Joko bisa langsung habis.

"Kalau saya mengutamakan yang sudah langganan, biasanya yang punya usaha warung, katering, sampai hotel. Tapi saya batasi hanya boleh sekitar dua sampai empat plastik es," lanjut pria 42 tahun tersebut.

Kendati makin laris, Joko mengaku omzet penjualannya tak meningkat signifikan. Hal itu, kata Joko, lantaran distributor telah mengurangi jatah kiriman ke agen, termasuk miliknya. Bila kiriman kurang lancar Joko hanya bisa mendapat tak lebih dua ton es kristal dari distributor.

"Omzetnya cenderung tetap, ndak naik. Karena saya mau ambil banyak pun nggak bisa, soalnya dibatasi," pungkasnya.

Sementara itu, Sales Beruang Ice Tube, Purwanto mengaku, kesulitan memenuhi permintaan es kristal yang banyak. Dia mengatakan, produksi saat ini memang mengalami penurunan. Itu dikarenakan bahan baku utama yakni air cukup sulit didapat akibat kemarau.

"Mesin juga kadang bermasalah akhirnya turun produksinya. Biasanya kami bisa mengirim 1.500 pack ke agen-agen. Tapi saat ini bisanya cuma 500 pack per harinya," ungkapnya. (ul/nik)

 

Editor : Damianus Bram
#es kristal #cuaca panas #solo #cuaca ekstrem