RADARSOLO.COM – Terlibat dalam sebuah event pameran produk lokal merupakan kesempatan yang diidamkan sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Termasuk bagi UMKM yang ada di Solo.
Sayangnya, tidak semua pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk bisa ikut dalam event-event semacam itu.
Hingga akhirnya peluang cerah itu terbuka saat CIMB Niaga menggelar Kejar Mimpi Lokal Berdaya yang di Solo pada 23-24 September lalu.
CIMB Niaga mengajak dan menyeleksi UMKM-UMKM untuk pamerkan dan pasarkan produk mereka di event tersebut.
Mengapa harus diseleksi? Karena CIMB Niaga ingin membuka peluang dan kesempatan lebih besar bagi UMKM dengan produk-produk baru, yang selama ini masih jarang tampil dalam berbagai pameran di Solo.
Tentu juga harus memastikan jika produk-produk UMKM tersebut punya kualitas baik dan punya komitmen kuat.
Kesempatan inilah yang didapat Debby Setyo, 42, owner L. Porter Fabrics. Dia pun menceritakan pengalamannya bisa ikut dalam Kerjar Mimpi Lokal Berdaya kala itu.
“Hari-hari ini pelaku usaha kan banyak ya, dan tidak semuanya berkesempatan untuk ikut pameran. Jadi kalau event seperti ini diisi UMKM-UMKM yang belum pernah ikut pameran, saya pikir ini semacam pemerataan kesempatan yang diberikan oleh CIMB Niaga,” tutur Debby di Studio L. Porter Fabrics, Jalan Honggowongso, Serengan, Solo, beberapa waktu lalu.
Sebagai usahawan yang memulai bisnis sejak 2016 lalu, Debby mengaku baru kali pertama ikut pameran. Yakni di Kejar Mimpi Lokal Berdaya waktu itu.
Debby langsung mengiyakan saat CIMB Niaga menawarinya untuk terlibat dalam event tersebut.
Sebagai seorang merchant, pengusaha kain print ini merasa beruntung karena segala kebutuhan pameran dipenuhi oleh penyelengara event.
Ibarat kata, Debby sudah 'tahu beres'. Dia tinggal datang dan menata berbagai barang yang hendak dipamerkan pada pengunjung.
“CIMB Niaga mengajak dan menyiapkan segala sesuatunya. Jadi kami UMKM-UMKM ini tinggal masuk dan bawa produk saja," ujar Debby.
"Sebagai merchant jelas merasa diuntungkan dengan hal-hal seperti ini. Karena ada juga pendampingan dan pelatihan-pelatihan yang diberikan lewat talkshow dengan pelaku-pelaku usaha senior di Solo. Menarik banget pokoknya,” imbuh dia.
Keseriusan CIMB Niaga tidak hanya tergambar lewat event-event pemberdayaan UMKM yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Jauh sebelum itu, Debby menyaksikan suport yang diberikan CIMB Niaga lewat permodalan kepada pelaku UMKM. Sehingga usaha para entrepreneur bisa berkembang ke tingkat memuaskan, seperti yang ia rasakan selama ini.
Tak heran wanita yang bergerak dalam produksi tekstil ini mengaku bangga telah menjadi nasabah setia CIMB Niaga.
“CIMB Niaga punya banyak program finansial yang sangat mendukung pelaku usaha. Baik untuk permodalan maupun saat acara Kejar Mimpi Lokal Berdaya kemarin," ujar Debby.
"Saya ingat ada banyak cashback menarik waktu itu. Jadi juga sangat menguntungkan untuk pembeli. Mereka bisa membeli barang dengan harga lebih murah karena banyak potongan harganya,” lanjut dia.
Lewat pameran itu, diakui Debby, L. Porter Fabrics makin dikenal banyak orang. Dia pun memiliki sejumlah kolega baru yang berdampak apik pada kemajuan bisnisnya.
Hal itu sejalan dengan rencana bisnisnya. Di mana pada tahun 2023 ini, Debby mulai banyak melakukan kerja sama bisnis dengan sejumlah desainer maupun perajin di industri fashion dan kerajinan.
“Kami juga juga mengembangkan potensi ekspor kami. Mungkin sudah ada ratusan pengusaha yang bergerak di industri garmen dan fahion yang jadi rekanan kami sampai hari ini. Acara kemarin (Kejar Mimpi Lokal Berdaya) jelas memperluas jarinan bisnis kami,” tutur Debby.
Besar harapannya agar event serupa bisa makin banyak digelar di Kota Solo. Apalagi Solo memiliki banyak UMKM yang sedang bertumbuh, dan butuh perhatian banyak pihak agar berkembang dengan maksimal.
Dengan berbagai event sejenis, para pelaku UMKM bisa merasakan pemerataan kesempatan. Sehinga pameran produk UMKM yang digelar, tidak hanya diisi oleh itu-itu saja.
“Solo memang terkenal dengan kain batiknya. Tapi saya pikir industri di Solo bukan hanya batik. Banyak industri lain yang juga perlu kesempatan seperti ini. Karena itu, saya pikir Kejar Mimpi Lokal Berdaya sangat bagus karena memasukkan banyak jenis UMKM untuk terlibat," papar Debby.
Seperti kesempatan yang Debby dapatkan beberapa waktu lalu itu. Benar-benar dimanfaatkannya untuk kenalkan industri kain print di Solo yang terus berkembang dan bisa dipertangungjawabkan kualitasnya.
Walau hanya dua hari digelar, Kejar Mimpi Lokal Berdaya memberikan kesan yang baik bagi 35 UMKM yang terlibat.
Semua mengaku puas dengan acara yang digelar oleh CIMB Niaga di salah satu mal ternama di Solo. Apalagi lokasi talkshow dan area pameran dibuat tak terpisah, membuat para pengunjung antusias untuk mensatangi stand-stand UMKM.
Anggita, admin Toko Batik Prabuseno mengatakan, penjualan produk selama ikut pameran Kejar Mimpi Lokal Berdaya, sangat bagus. Batik Prabuseno juga makin dikenal usai ikut pameran.
"Kalau bisa sering-sering ada kegiatan seperti ini karena sangat bermanfaat untuk UMKM. Paling tidak, kami bisa promosi gratis,” ucap Anggita.
Kejar Mimpi Lokal Berdaya, Dulu Tak Terlihat Kini Jadi Pusat Perhatian
Sukses digelar di dua kota, Makassar dan Solo, Kejar Mimpi Lokal Berdaya kemudian menyapa para pelaku UMKM di Pulau Dewata. Tepatnya di Denpasar, Bali yang dihelat pada 4-5 November 2023.
Pada 2024 mendatang, CIMB Niaga memastikan program sejenis bisa terus digelar. Tujuannya untuk memberikan kesempatan para pelaku UMKM lokal yang ada di berbagai daerah.
Di sinilah konsep kejar mimpi bisa benar-benar dirasakan pelaku UMKM. Sebab, produk lokal yang dulunya tidak terlihat, kini memiliki kesempatan untuk jadi pusat perhatian.
Tidak menutup kemungkinan, pelaku UMKM itu bisa naik kelas di kemudian hari, bahkan konsisten ekspor.
“Setelah Solo, kami gelar di Denpasar. Pada 2024 kita akan keliling ke kota-kota dengan jumlah UMKM banyak, lewat kegiatan lokal berdaya," ujar Senior Vice President Brand Stategy and Experienced CIMB Niaga Muhamad Firdaus Andjar.
Ditambahkan dia, target bisnis secara perbankan tentu pasti ada dan akan terus dikejar.
"Namun, utamanya juga adalah peningkatan nilai. Saat UMKM naik kelas, dan merasa CIMB Niaga cocok untuk mereka, di situlah target bisnis terpenuhi,” jelasnya.
Sekadar informasi, berdasarkan Laporan Perolehan Keuangan Sembilan Bulan Pertama Tahun 2023, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan yang baik.
Peningkatan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar 25,8 persen years of years (yoy), menjadi Rp 6,3 triliun.
Hal serupa juga terjadi dalam kredit/pembiayaan yang sudah dilakukan hingga akhir September lalu. Dengan catatan total kredit/pembiayaan naik 5,2 persen (yoy), menjadi Rp 205,6 triliun.
Pertumbuhan tertinggi dari bisnis Small Medium Enterprise (SME) yang naik 8,1 persen yoy. Diikuti Corporate Banking, naik 6,0 persen yoy. Serta Consumer Banking, yang naik 5,9 persen yoy.
“Fokus utama kami memperluas basis nasabah dan memperkuat portofolio CASA, memastikan perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan, dan mendorong digital engagement yang lebih baik untuk masa depan," papar Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, CIMB Niaga akan terus dan konsisten menyediakan pengalaman terbaik melalui kualitas layanan, produk, teknologi, dan inovasi.
"Harapannya, kami dapat mewujudkan aspirasi menjadi bank pilihan bagi bisnis dan masyarakat Indonesia,” tandas Lani Darmawan. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria