Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Permintaan Uang di Solo Naik 5 Persen Jelang Pemilu, BI: Kampanye Tak Terlalu Berdampak ke Inflasi

Maulida Afifa Tri Fahyani • Sabtu, 16 Desember 2023 | 19:15 WIB
Ilustrasi uang.
Ilustrasi uang.

RADARSOLO.COM – Permintaan uang di Kota Solo meningkat jelang pelaksanaan Pemilu 2024.

Kantor perwakilan Bank Indonesia Solo mencatat, permintaan uang naik mencapai 5 persen dibanding masa pemilu sebelumnya, 2019 silam.

"Pelaksanaan Pemilu itu memang selalu terjadi peningkatan permintaan uang. Ini yang kami pantau dari bank, karena distribusi uang itu kan melalui bank," ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Nugroho Joko Prastowo.

Menurut Joko, naiknya permintaan tersebut terutama karena kebutuhan kampanye parpol yang mulai bergeliat.

Permintaan uang itu dibutuhkan untuk pembayaran alat peraga dan kegiatan-kegiatan peserta pemilu lainnya.

"Bisa untuk pembayaran kaos, untuk event, dan banyak hal. Jadi ini sebenarnya juga menambah aktivitas ekonomi di Solo. Kalau di dalam PDB (produk domestik bruto) dan PDRB (produk domestik regional bruto), ini masuknya LNPRT (lembaga non profit yang melayani rumah tangga) atau pengeluaran nonprofit," terangnya.

Ditambahkan Joko, pada masa kampanye aktivitas ekonomi peserta pemilu tidak bertujuan sebagai komersial. Namun bisa menggerakkan sektor-sektor yang berpengaruh di dalamnya.

Termasuk seperti usaha reklame pembuatan iklan, alat peraga, dan kebutuhan lainnya.

Joko juga menyebut, perputaran uang dalam aktivitas ekonomi tersebut dilakukan baik secara tunai maupun nontunai.

"Tidak semuanya tunai, ada yang transfer. Yang paling terlihat di indikator kami kan penarikan uang. Biasanya setelah masa kampanye memang akan ada peningkatan aktivitas ekonomi, yang membutuhkan alat bayar tunai maupun nontunai," papar dia.

Kendati demikian, menurut Joko, masa kampanye kali ini tidak terlalu berdampak pada kenaikan inflasi.

Sebab, salah satu sumber inflasi utama saat ini adalah volatile food. Seperti beras dan cabai yang harganya terus melonjak belakangan ini.

"Jadi kalau misalnya untuk hal-hal di luar itu, pengaruhnya sangat kecil. Misalnya untuk publikasi dan alat peraga, bobot dalam inflasinya kecil atau rendah. Jadi enggak berpengaruh kepada itu," katanya. (ul/nik/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#bi #pemilu #kampanye #uang #bank indonesia #inflasi