RADARSOLO.COM – Perayaan Imlek bukan hanya menjadi media pengharapan bagi umat Konghucu.
Masyarakat umum sampai pedagang pernak-pernik di Kota Bengawan ikut kebagian berkah.
Salah satunya adalah pengrajin lampion di Solo, Marbeno Deka Marimba, 21. Usahanya menangguk keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
"Ramai orderan sejak bulan November lalu," kata Beno sapaan akrabnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, kemarin (24/1).
Beno menuturkan, lampion berbentuk naga menjadi barang yang paling banyak dipesan, karena sesuai shio tahun ini.
Rata-rata pemesan berasal dari koperasi perusahaan, hotel, mall, hingga pesanan secara individu.
Sedikitnya telah ada sekitar 40 pesanan yang sedang ditangani. Dan diperkirakan bertambah hingga momentum Imlek tiba.
"Macam-macam pesanannya, ada yang lampion gantung, lampion bentuk naga, dan bentuk lainnya. Mayoritas cari warnah merah gold," terangnya.
Pesanan lampion yang Beno garap mayoritas custom berbentuk naga. Bahkan, dia juga tengah membuat lampion naga raksasa yang berukuran 4,5x3 meter. Harganya pun dipatok mencapai Rp 48 juta.
Beno mengaku, harus menambah karyawan untuk menggarap pesanan tersebut. "Untuk pengerjaan yang miniatur lampion besar itu hingga tiga minggu. Biasanya saya melibatkan tiga pekerja. Sekarang saya tambah jadi 10 pekerja," ungkapnya.
Sementara itu, Jefri Sanjoko, penjual lampion lainnya di Pasar Gede Solo mengaku, juga telah kebanjiran orderan sejak seminggu terakhir.
Salah satu pelanggannya adalah sebuah kelenteng, yang memesan lampion hingga 100 piecies.
"Penjualan kue keranjang yang justru menurun dari tahun lalu. Saat ini ada sekitar 500 kg kue yang terjual," jelas Jefry.
Sementara itu, salah satu pembeli, Santi Anggraini mengatakan, tengah mencari pernak-pernik imlek bernuansa baru. Termasuk hiasan rumah, kertas angpao, hingga makanan.
Menurutnya, saat ini tren membeli kue keranjang di keluarganya memang sedang menurun. Sehingga dia beralih ke permen dan manisan.
"Kalau dulu nenek saya order itu kue keranjang dan dibagi-bagi gitu. Tapi sekarang menurut saya kue keranjang kurang begitu spesial, jadi saya beli sesuatu yang lain," jelasnya. (ul/nik)
Editor : Damianus Bram