Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Berhasil Pasarkan Produk Lewat Ritel, Ini Kisah Ratim Santosa yang Upayakan Ampyang Wijen Buatannya Rambah 32 Outlet Alfamart

Damianus Bram • Rabu, 17 April 2024 | 23:49 WIB
Ratim Santoso bersama dengan produk Ampyang Kawijen buatannya yang kini berhasil tembus ritel besar.
Ratim Santoso bersama dengan produk Ampyang Kawijen buatannya yang kini berhasil tembus ritel besar.

RADARSOLO.COM - Ada banyak cara yang bisa dilakukan UMKM untuk memperluas jangkauan produknya. Salah satunya dengan memasarkan lewat ritel besar seperti Alfamart.

Namun untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan strategi dan usaha yang konsisten, agar produk lokal dapat sukses dalam penjualannya.

Hal ini seperti yang dilakukan Ratim Santoso. Salah satu pelaku UMKM asal Solo yang berhasil tembus di puluhan outlet Alfamart.

Produk unggulannya ialah Ampyang Kawijen dan Onde-onde oven. Sebuah makanan ringan tradisional yang dikenal luas di wilayah Jawa Tengah.

Ampyang terbuat dari bahan-bahan alami seperti kacang, gula merah, dan Jahe. Namun Ratim menambahkan bahan wijen untuk memberikan rasa yang lebih gurih dan otentik.

Sementara itu, Onde-onde Oven menjadi varian inovatifnya dari onde-onde tradisional. Dibuat dengan metode pemanggangan untuk memberikan tekstur yang lebih renyah.

BERKUALITAS: Ampyang Kawijen yang kini mampu tembus di ritel besar seperti Alfamart.
BERKUALITAS: Ampyang Kawijen yang kini mampu tembus di ritel besar seperti Alfamart.

Ratim bercerita, proses inovasi ini bermula sejak satu tahun usai dia memulai usaha pada 2011. Sebagai upaya untuk bersaing dengan kompetitor yang sudah mapan.

"Saya mendirikan usaha ini sejak 2011. Tapi memasarkannya cukup sulit. Karena kompetitor sudah punya market sejak lama. Maka dari itu saya mencoba berinovasi," katanya.

Tantangan dalam membangun usaha, menurun Ratim, adalah pemasaran produknya. Awalnya dia cukup kesulitan membawa produk ke toko-toko konvensional.

Namun, berkat ketekunan dan semangatnya produknya makin dikenal dan diterima masyarakat.

Hal ini pula yang mendorong Ratim untuk mencari peluang baru. Dengan mendaftarkan produknya agar mampu berada di outlet ritel modern. Terbukti kini, produknya telah tersedia di 32 gerai Alfamart di Solo.

"Awalnya dinas mencari produk unggulan, saya ikut kurasi dan syukurnya lolos. Satu bulan saya coba di beberapa outlet Alfamart, ternyata penjualan produk saya laku banyak, sehingga merambah hingga puluhan outlet Alfamart di Solo saat ini," urainya.

Ratim mengungkapkan manfaat produknya dapat masuk ke jaringan Alfamart cukup besar. Selain meningkatkan daya saing produknya, kepercayaan konsumen terhadap legalitas dan kualitas produknya juga meningkat. Hingga pangsa konsumen di luar wilayah Solo.

Dia memberikan pesan kepada UMKM lain yang ingin merambah ke retail modern, agar tak berhenti untuk berinovasi dan memasarkan produk.

Ratim menekankan pentingnya konsistensi dalam produk dan inovasi. Dia juga menyoroti pentingnya memenuhi persyaratan legalitas untuk masuk ke dalam jaringan ritel modern.

Dia pun menyusun target untuk terus memperluas jangkauan produknya. Ratim bertekad untuk dapat merambah outlet Alfamart lainnya. Termasuk di luar kota Solo.

"Harapannya, produk makanan tradisional ini bisa terus dikenal masyarakat juga. Untuk itulah, saya mencoba inovasi. Terlihat, dari pemasaran saya di Alfamart. Produk saya bisa terjual hampir 60 persen tiap bulannya," jelasnya. (ul)

Editor : Damianus Bram
#Ampyang Kawijen #Ratim Santoso #alfamart #umkm #onde-onde