RADARSOLO.COM - Uji coba trem baterai di wilayah Solo Raya terus dilakukan, termasuk dengan memperpanjang lintasan trem dari Stasiun Purwosari-Wonogiri PP, mulai Senin-Selasa (25-26/11). Hal ini dikarenakan evaluasi uji coba operasional trem menunjukkan hasil signifikan.
"Berdasarkan hasil audit teknologi yang dilaksanakan pada 20-21 November lalu dinyatakan bahwa sistem otonomi pada trem bertenaga baterai memenuhi kualifikasi SAE level 3, yang berarti lolos dengan hasil yang memuaskan," kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro (25/11).
"Sehingga Autonomous Trem, yang sebelumnya telah berhasil diuji coba pada lintas Purwosari-Solo Kota, kini akan menjalani fase pengujian lebih luas di jalur Purwosari-Wonogiri," lanjutnya.
Selama pengujian, kata Krisbiyantoro, trem beroperasi dengan lancar. Dengan kecepatan maksimum 14,4 km per jam dan beroperasi 100 persen secara otonom dari rel Bengkong hingga Gladag.
Semua proses dalam sistem otonomi, baik start, percepatan, perlambatan, hingga penggunaan horn, berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Jalur ini dipilih karena memiliki kombinasi medan yang unik, termasuk kawasan perkotaan, persawahan, dan pedesaan, sehingga memberikan tantangan teknis sekaligus potensi penerapan nyata yang lebih beragam," ujarnya.
Dia menyebut, pengujian akan dilakukan diantaranya pengujian sistem pengawasan masinis, pengujian sistem pengenalan semboyan, dan pengujian sistem deteksi objek. Selain itu, juga pengujian sistem otonom atau driverless secara keseluruhan di kecepatan operasional dan kondisi alami.
"Dengan dilakukannya pengujian ini, maka intensitas perjalanan kereta api bertambah. Kami berharap masyarakat di sekitar relasi Purwosari-Wonogiri dapat terus meningkatkan kewaspadaan. Jangan beraktivitas di jalur KA dan hati-hati saat melewati perlintasan sebidang KA," pungkasnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy