RADARSOLO.COM - Perkembangan jumlah investor Pasar Modal di wilayah Solo Raya meningkat signifikan. Berdasarkan data OJK pada Oktober 2024, total SID mengalami peningkatan sebesar 6.664 SID (1,39 persen) secara mom, dari 480.922 SID menjadi 487.586 SID.
Sedangkan SID yoy tercatat meningkat sebesar 75.448 SID (18,31 persen), dari 412.138 SID pada bulan Oktober 2023 menjadi 487.586 SID pada bulan Oktober 2024.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Hariyanto mengatakan, peningkatan SID itu terjadi pada SID Saham, SID Reksadana, SID SBN, dan SID E-BAE.
"Berdasarkan data posisi Oktober 2024, jumlah investor Pasar Modal di wilayah Solo Raya mengalami perkembangan mencapai 6.664 SID," terang Eko (30/12).
Eko menguraikan, transaksi saham tertinggi masih dicapai oleh Kota Solo sebesar Rp 1.091,91 miliar. Diikuti oleh Kabupaten Klaten sebesar Rp 549,16 miliar, Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 452,10 miliar, Kabupaten Wonogiri sebesar Rp 277,53 miliar, dan Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 181,54 miliar.
"Kemudian disusul Kabupaten Sragen dengan total transaksi saham sebesar Rp 146,36 miliar dan Kabupaten Boyolali sebesar Rp 121,36 miliar," imbuh Eko.
Lebih lanjut, Eko mengatakan, instrumen reksadana masih paling diminati investor hal itu ditunjukkan dengan jumlah SID Reksadana mencapai 307,549 SID hingga Oktober 2024.
Sementara dari total transaksi keselurhan instrumen, terdapat peningkatan nilai transaksi saham secara mom sebesar Rp 218,43 miliar (8,40 persen), dari Rp 2,60 triliun pada bulan September 2024 menjadi Rp 2,82 triliun pada bulan Oktober 2024.
"Begitu pula secara yoy nilai transaksi saham mengalami peningkatan sebesar Rp 521,15 miliar (21,61 persen), dari Rp 2,32 triliun pada bulan Oktober 2023 menjadi Rp 2,82 triliun pada bulan Oktober 2024," tukasnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy